Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-21 Posko 15 UIN Walisongo Semarang menggelar Pelatihan Pembuatan Scrunchie di Balai Desa Tembok, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu kader Posyandu sebagai upaya merespons problematika sampah anorganik melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo menghadirkan inovasi pengelolaan sampah dengan memanfaatkan kain bekas yang tidak terpakai.
Kain tersebut diolah menjadi scrunchie atau ikat rambut yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan, Cinta Ayu Kusuma Hati, membuka kegiatan pelatihan pembuatan scrunchie.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berkaitan erat dengan permasalahan sampah anorganik di Desa Tembok.
Menurutnya, pemanfaatan kain bekas menjadi produk kerajinan merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat.
Ia juga mengajak ibu-ibu kader Posyandu untuk menumbuhkan kesadaran dalam mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian warga melalui penjualan produk hasil olahan.
“Kesadaran menjaga lingkungan dapat kita mulai dari langkah kecil, seperti memilah sampah anorganik menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujar Cinta.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut mampu mendorong kreativitas ibu-ibu dalam mengolah sampah menjadi produk ekonomis sekaligus.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dapat mengurangi jumlah sampah anorganik di lingkungan desa.
Oleh karena itu, peran aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu, sangat dibutuhkan dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi kreatif desa.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif, Ida Lailatin, turut memberikan penjelasan teknis mengenai proses pembuatan scrunchie kepada peserta pelatihan.
Ia memaparkan tahapan pembuatan scrunchie dengan bahan utama berupa kain bekas, benang jahit, jarum jahit, dan karet elastis.
Peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan scrunchie, mulai dari pemotongan kain sesuai ukuran hingga proses penjahitan dan pemasangan karet elastis.
Kegiatan berakhir dengan tahap perapian dan pengemasan produk.
Melalui program pelatihan ini, mahasiswa KKN MIT-21 Posko 15 UIN Walisongo berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Selain itu juga guna mendorong pengelolaan sampah anorganik yang lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Tembok.






