28 C
Semarang
, 31 Januari 2026
spot_img

KKN UIN Walisongo Dorong Ketahanan Pangan Desa Babadan Lewat Optimalisasi BUMDes untuk Cegah Stunting

Pada unit budidaya Lele Sejahtera, mahasiswa memperoleh penjelasan proses pemeliharaan ikan, mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga masa panen.

Batang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Posko 3 UIN Walisongo Semarang melakukan peninjauan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (26/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan desa melalui optimalisasi potensi pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting.

Sebanyak 15 mahasiswa KKN meninjau langsung unit usaha BUMDes Babadan yang bergerak di sektor budidaya lele dan peternakan kambing.

Selain peninjauan lapangan, mahasiswa juga berdiskusi dengan pengelola BUMDes terkait sistem pengelolaan usaha yang mencakup sektor perikanan, peternakan, serta penyediaan sembako sebagai penopang ketahanan pangan desa.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT-21 Posko 3, Nanda, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kondisi riil pengelolaan BUMDes serta potensi pengembangannya.

Ia menegaskan bahwa budidaya lele dan peternakan kambing memiliki peran strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai sumber protein hewani untuk mendukung pencegahan stunting di desa.

Pada unit budidaya Lele Sejahtera, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses pemeliharaan ikan, mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga masa panen.

Ketua pengelola budidaya lele, Zaenudin, menjelaskan bahwa jenis pakan disesuaikan dengan ukuran ikan.

“Lele kecil diberi pakan fur, sedangkan lele besar menggunakan pelet dan sesekali diselingi pakan ayam. Penyortiran dilakukan dua hingga tiga minggu sekali, dengan masa panen sekitar tiga bulan,” jelasnya.

Sementara itu, pada unit peternakan kambing, Ketua Pengelola BUMDes, Masrukhan, menyampaikan bahwa hasil ternak dipasarkan melalui pasar hewan setiap hari pahing.

Ia menambahkan bahwa harga kambing saat ini mengalami penurunan akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Namun, menjelang Iduladha, harga kambing biasanya kembali stabil,” ujarnya.

Mahasiswa KKN MIT-21 Posko 3 menilai bahwa optimalisasi BUMDes Babadan memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat.

Pemanfaatan hasil perikanan dan peternakan sebagai sumber protein hewani diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting, khususnya pada anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan masukan dan inovasi bagi pengembangan BUMDes Babadan ke depan.

Mahasiswa KKN berharap, upaya ini dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan desa sekaligus mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN