32 C
Semarang
, 31 Januari 2026
spot_img

CJTEC Diluncurkan, UMKM Jateng Disiapkan Tembus Pasar Global

Kehadiran CJTEC diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pelaku UMKM Jawa Tengah untuk menembus pasar ekspor global secara berkelanjutan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC) resmi diluncurkan di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat (30/1/2026).

Kehadiran CJTEC diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pelaku UMKM Jawa Tengah untuk menembus pasar ekspor global secara berkelanjutan.

Peluncuran CJTEC dilakukan oleh Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin, Direktur Kadin Indonesia Trading House (ITH) Esther Mandagi, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto, serta Koordinator CJTEC Syahnaz Nadya. Program ini dirancang sebagai pusat pendampingan UMKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kapasitas, hingga perluasan jejaring pasar internasional.

Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan, CJTEC hadir untuk menjawab tantangan utama UMKM dalam menembus pasar global, seperti perbedaan budaya, bahasa, dan karakteristik pasar.

“Selama ini UMKM punya produk bagus, tapi sering terkendala saat masuk pasar internasional. CJTEC diharapkan menjadi penghubung sekaligus pendamping agar UMKM Jawa Tengah bisa naik kelas dan menembus pasar global,” katanya.

Menurut Nawal, CJTEC juga berfungsi sebagai rumah kurasi, sehingga produk UMKM dapat disesuaikan dengan standar dan kebutuhan pasar tujuan. Selain itu, CJTEC akan dilibatkan dalam fasilitasi business matching antara UMKM dengan buyer dan eksportir.

“Ke depan, keberanian UMKM yang masih embrio harus kita dorong. Kurasi dan temu bisnis menjadi kunci agar produk lokal punya daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, kinerja ekspor nonmigas Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Pada November 2025, nilai ekspor tercatat naik 14,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, ekspor Januari–November 2025 mencapai 11,43 miliar dolar AS, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Sementara itu, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto menyebut CJTEC sebagai respons atas berbagai tantangan dunia usaha, khususnya UMKM.

“CJTEC kami rancang sebagai pusat integrasi, mulai dari data dan intelijen ekspor, kurasi kesiapan produk, jejaring pasar, peningkatan kapasitas, hingga pembiayaan,” katanya.

Harry berharap kolaborasi lintas pihak dalam ekosistem CJTEC mampu mempercepat langkah UMKM Jawa Tengah untuk bersaing di pasar internasional.

“Kami ingin UMKM tidak berjalan sendiri, tapi tumbuh bersama dalam ekosistem yang kuat dan terarah,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN