KARANGANYAR, Jatengnews.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alam Berjo yang mengelola lokasi wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, selama tahun 2025, meraih pendapatan sebesar Rp11,825 miliar.
Dari jumlah pendapatan tersebut, pendapatan bersih sebesar Rp8,54 miliar dengan total belanja Rp3,311 miliar.
Selama tahun 2025, total kunjungan wisata ke unit usaha BUMDes Alam Berjo mencapai sekitar 400 ribu pengunjung. Sumber pendapatan terbesar berasal dari unit wisata Jumog dengan pendapatan sekitar Rp9,692 miliar, disusul Telaga Madirja sebesar Rp2,104 miliar, serta unit simpan pinjam sebesar sekitar Rp54 juta
Hal tersebut terungkap dalam Musyawarah Desa (Musdes) laporan pertanggungjawaban BUMDes Tahun 2025 yabg digelar di Balai Desa Berjo, Senin (2/2/2026) sore.
Direktur BUMDes Berjo, Sularno kepada wartawan mengatakan, berdasarkan berdasarkan Perdes Nomor 7 Tahun 2025, pihaknya menyetor ke kas desa sebesar 60 persen dari pendapatan bersih.
Dari pendapatan bersih sekitar Rp8,5 miliar, setoran ke desa mencapai Rp5,124 miliar.
“Angka ini mengalami penjngkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyetor sebesar Rp3 miliar lebih,”terangnya.
Sularno menjelaskan, selain dari hasil pengelolaan usaha, BUMDes juga menyetorkan tambahan pendapatan yang berasal dari pengembalian dana melalui Kejaksaan sebesar Rp435,85 juta, serta sisa pengelolaan lama setelah dikurangi piutang sebesar Rp2,3 miliar, yang masing-masing juga dibagi 60 persen untuk desa.
“Secara keseluruhan, jumlah yang disetorkan ke desa pada tahun 2025 mencapai Rp6,811 miliar,”ungkapnya.
Tahun 2026, lanjut Sularno, target setoran ke desa tetap sebesar Rp5 miliar. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai seiring pembenahan sejumlah unit usaha, khususnya sektor wisata.
Sementara itu, Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto menyampaikan, laporan pertanggungjawaban BUMDes, diterima dan disepakati seluruh peserta yang terdiri dari seluruh perwakilan unsur masyarakat.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haruanto menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban BUMDes telah diterima dan disepakati dalam forum yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat desa.
“Seluruh laporan pertanggungjawaban sudah disampaikan oleh Direktur BUMDes Berjo dan diterima oleh seluruh peserta,”terangnya.
Dwi menegaskan, sebagai bahan evaluasi, pihaknya meminta ada peningkatan kinerja dalam mengelola BUMDes Berjo. Ditambahkannya, tahun 2026 Pemerintah Desa Berjo tetap menargetkan setoran BUMDes ke Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp5 miliar. Apalagi, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa mengalami penurunan.
“Tahun 2026 target tetap Rp5 miliar.
APBDes 2026 ditetapkan sekitar Rp7,8 miliar, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp9,77 miliar,”tandasnya. (03)






