Klaten, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) gelar sosialisasi penerapan budaya mottainai ala Jepang melalui pemanfaatan komposter dan lubang biopori di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (31/01/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik secara bijak dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak warga untuk tidak lagi membuang sampah organik ke sungai, melainkan mengolahnya menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Budaya mottainai yang berasal dari Jepang menjadi konsep utama dalam pelaksanaan program.
Nilai mottainai mengajarkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih memiliki nilai guna.
Prinsip ini diwujudkan melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos serta pemanfaatan biopori untuk membantu proses penguraian alami di dalam tanah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNDIP memberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, cara memilah sampah rumah tangga, serta tahapan pembuatan dan penggunaan komposter serta biopori.
Selain pemaparan materi, warga juga diajak untuk mempraktikkan langsung pengolahan sampah organik.
Kepala Desa Ngering, Nicolaus Rahmanto, menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat mengubah pola pikir masyarakat.
“Saya berharap penerapan budaya mottainai ini mampu mengubah mindset warga agar lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan praktik penggunaan komposter.
Salah satu warga mengaku memperoleh wawasan baru terkait pengelolaan sampah yang lebih efektif dan bernilai guna.
Selain menekan volume sampah rumah tangga, penggunaan komposter dan biopori juga berkontribusi terhadap peningkatan kesuburan tanah dan ketahanan pangan desa.
Kompos yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk tanaman pekarangan, kebun buah, maupun sayuran.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Ngering dapat menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari.



