26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

Dorong Kesiapsiagaan Bencana, Mahasiswa KKN UNDIP Serahkan Peta Kerawanan Banjir Desa Legokclile

Pemerintah desa dapat memanfaatkan peta ini sebagai bahan pendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan lingkungan.

Pekalongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 Tim 48 menyerahkan Peta Kerawanan Banjir Desa Legokclile sebagai upaya mendorong kesiapsiagaan dan mitigasi bencana banjir berbasis data spasial, Senin (26/1/2026).

Penyerahan peta dilaksanakan di Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dan diterima langsung oleh perangkat desa.

Mahasiswa KKN menyusun peta kerawanan banjir tersebut untuk menggambarkan tingkat risiko banjir di wilayah desa.

Pemerintah desa dapat memanfaatkan peta ini sebagai bahan pendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan lingkungan.

Peta Kerawanan Banjir Desa Legokclile merupakan bagian dari program kerja Tim 48 KKN Reguler UNDIP Tahun 2026.

Mahasiswa KKN menyusun peta tersebut melalui pengolahan dan analisis data spasial dengan memanfaatkan Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS).

Tim KKN juga menerapkan metode buffer untuk menganalisis kedekatan wilayah terhadap unsur-unsur yang berpotensi memengaruhi terjadinya banjir.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, wilayah Desa Legokclile diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerawanan banjir, yaitu tidak rawan, rawan, dan sangat rawan.

Peta Kerawanan banjir Desa Legokclile

Klasifikasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengidentifikasi area prioritas yang memerlukan perhatian lebih dalam upaya mitigasi bencana.

Mahasiswa KKN menyerahkan peta kerawanan banjir secara langsung kepada perangkat desa sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa berbasis data dan informasi spasial.

Peta ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pemerintah desa dapat memanfaatkan hasil pemetaan secara optimal sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kapasitas desa menghadapi risiko bencana alam, khususnya banjir.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN