26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

KKN UIN Walisongo dan Puskesmas Limpung Gelar Penyuluhan Penanganan Stunting di Desa Tembok

PMT diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein hewani yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) ke-21 Posko 15 UIN Walisongo Semarang bersama Puskesmas Limpung menggelar Penyuluhan Penanganan Stunting dan Pemberian Makan Tambahan (PMT) di Balai Desa Tembok, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu yang memiliki anak balita terdata stunting di Desa Tembok sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan peran keluarga dalam penanganan stunting sejak dini.

Dalam kegiatan pengabdian tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo menghadirkan inovasi penyuluhan yang dikombinasikan dengan Pemberian Makan Tambahan berupa telur dan susu sapi murni.

PMT diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein hewani yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN, Ida Lailatin, membuka kegiatan penyuluhan dengan menjelaskan bahwa stunting berkaitan dengan kondisi fisik anak yang belum sesuai dengan standar pertumbuhan usianya akibat kurangnya asupan gizi, khususnya protein.

Bidan Desa Tembok, Purwaningsih, Amd.Keb, turut memberikan pengantar materi dengan memaparkan kondisi stunting di Desa Tembok.

Ia menyampaikan bahwa stunting masih menjadi permasalahan utama di desa tersebut dengan jumlah 18 balita yang terdata mengalami stunting.

“Penyuluhan stunting sudah sering dilakukan karena kasus stunting di Desa Tembok masih ditemukan setiap tahunnya,” jelasnya.

Perwakilan Puskesmas Limpung, Diah, menambahkan penjelasan mengenai stunting sebagai kondisi kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar pertumbuhan normal.

“Gizi anak balita akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika mengonsumsi protein hewani tinggi seperti ikan, telur, dan susu. Konsumsi sayuran tetap penting meski dalam porsi yang seimbang,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga bertujuan menumbuhkan kesadaran hidup sehat di lingkungan desa.

Dalam hal ini, peran ibu sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik dan pertumbuhan anak.

Kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta menyampaikan berbagai keluh kesah selama mengasuh anak.

Sebagai penutup, panitia membagikan doorprize berupa paket sembako kepada peserta.

Melalui program penyuluhan ini, mahasiswa KKN-MIT ke-21 Posko 15 UIN Walisongo memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat Desa Tembok.

Mahasiswa KKN juga mendorong upaya penanganan stunting secara berkelanjutan melalui edukasi dan pendampingan kepada warga.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN