26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

Edukasi Dampak Pembuangan Sampah, KKN UNDIP Tekankan Ketahanan Infrastruktur Desa Legokclile

Sebagai upaya solusi, mahasiswa KKN UNDIP turut memperkenalkan Tempat Pembakaran Sampah Sederhana (TPSS) berbahan bata ringan.

Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 48 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar edukasi bertema Dampak Pembuangan Sampah ke Sungai dalam Perspektif Infrastruktur Sipil bersama ibu-ibu PKK Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (21/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembuangan sampah ke sungai terhadap lingkungan sekaligus ketahanan infrastruktur desa.

Mahasiswa D4 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur UNDIP, Zahrani Fatikhah Putri yang bertugas menjadi pemateri edukasi.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan.

Perilaku tersebut juga berdampak serius pada kondisi teknis infrastruktur, seperti saluran drainase, talud, jembatan kecil, dan bangunan air lainnya.

Dalam pemaparannya, Zahrani menguraikan sejumlah dampak utama akibat penumpukan sampah di sungai.

Dampak tersebut meliputi penyempitan alur sungai akibat akumulasi sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga.

Kondisi ini memicu sedimentasi berlebih yang mempercepat pendangkalan sungai serta menyebabkan kerusakan talud dan dinding sungai akibat erosi dan tekanan hidrolis yang tidak merata.

Selain itu, kondisi sungai yang tersumbat juga meningkatkan risiko banjir yang berpotensi merusak fasilitas umum serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Bahkan, struktur infrastruktur seperti fondasi jembatan dan bronjong menjadi lebih rentan karena erosi tanah di sekitar aliran sungai.

“Menjaga sungai tetap bersih berarti menjaga infrastruktur desa tetap kokoh,” tegas Zahrani.

Sebagai upaya solusi, mahasiswa KKN UNDIP turut memperkenalkan Tempat Pembakaran Sampah Sederhana (TPSS) berbahan bata ringan.

Fasilitas ini menyerupai rocket stove yang berfungsi mengurangi volume sampah rumah tangga agar tidak dibuang ke sungai.

Mahasiswa juga memaparkan sketsa desain serta rencana anggaran biaya (RAB) sebagai gambaran teknis apabila desa ingin merealisasikan pembangunan TPSS tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari ibu-ibu PKK Desa Legokclile.

Para peserta aktif berdiskusi mengenai persoalan sampah di lingkungan mereka, termasuk masalah penyumbatan saluran air saat musim hujan, serta menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan TPSS sebagai solusi bersama.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNDIP mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang baik.

Upaya tersebut bertujuan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur desa.

Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong perilaku masyarakat yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN