SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang mencatatkan langkah bersejarah dalam tata kelola birokrasi. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi melantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang seluruhnya merupakan hasil seleksi Tim Komite Talenta. Prosesi pelantikan digelar di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Jumat (6/2/2026).
Melalui mekanisme tersebut, Kota Semarang menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang secara resmi menerapkan sistem meritokrasi dengan izin pemerintah pusat. Agustina menegaskan, penempatan pejabat kali ini sepenuhnya mengacu pada kapasitas, kinerja, serta rekam jejak yang terukur, tanpa ruang bagi kepentingan pribadi maupun kedekatan.
“Semua berjalan melalui proses seleksi yang ketat dan berbasis data. Tidak ada unsur subjektif. Ini menjadi tonggak baru, karena di Jawa Tengah baru Semarang yang mendapat kepercayaan menerapkan sistem ini,” ujar Agustina.
Komitmen tersebut diperkuat dengan raihan Anugerah Meritokrasi berpredikat “Sangat Baik” yang diterima Pemkot Semarang dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada 8 Januari 2026. Capaian itu menjadi bukti bahwa sistem manajemen ASN di Kota Semarang telah memenuhi standar tinggi dalam penempatan dan pengembangan jabatan.
Menurut Agustina, sistem meritokrasi yang diterapkan memiliki pengamanan berlapis sehingga tidak bisa disusupi kepentingan apa pun. “Tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip jabatan. Aturannya sangat ketat demi menjaga kinerja pemerintahan tetap stabil dan progresif,” tegasnya.
Ia juga menaruh perhatian besar pada aspek integritas aparatur. Menyikapi berbagai isu negatif, Agustina menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk suap, pungutan liar, maupun gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan.
“Apabila ada yang mencoba meminta uang atau imbalan apa pun, saya tidak akan ragu membawa hal itu ke ranah hukum. Pemerintahan ini harus bersih, tidak hanya di permukaan tetapi hingga ke akarnya,” katanya dengan nada serius.
Di akhir sambutannya, Wali Kota meminta para pejabat yang baru dilantik segera bekerja nyata mewujudkan visi “Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh”. Ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Keberhasilan panjenengan semua diukur dari dampak yang dirasakan warga. Mari bekerja cepat, profesional, dan berintegritas. Layani masyarakat dengan hati dan jaga kepercayaan ini sebaik-baiknya,” tutup Agustina. (03)






