26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

MUSDA XI MUI Demak Tegaskan Sinergi Ulama dan Pemerintah

MUI Demak menggelar MUSDA XI untuk evaluasi dan konsolidasi organisasi dalam memimpin umat di Kabupaten Demak.

DEMAK, Jatengnews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) XI bertempat di Hotel Amantis Demak, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan lima tahunan ini sebagai forum evaluasi, konsolidasi organisasi, serta pemilihan kepengurusan MUI Kabupaten Demak untuk masa khidmah 2026–2031.

MUSDA XI diawali dengan pidato iftitah Ketua Umum MUI Kabupaten Demak, KH Ahmad Ghozali Ihsan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran MUI sebagai wadah khidmat para ulama dalam membimbing umat serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Demak.

Bupati Demak, Hj. Eisti’anah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja MUI Kabupaten Demak selama lima tahun terakhir. Ia menilai MUI telah bersinergi dengan baik bersama Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjaga kemaslahatan umat.

“Alhamdulillah, selama lima tahun berjalan kemarin, kinerja MUI sudah sangat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Demak,” ujar Bupati.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga, siapapun yang terpilih menjadi ketua maupun pengurus MUI ke depan. Menurutnya, MUI memiliki peran strategis dalam memberikan nasihat kepada pemerintah serta menjaga kehidupan keagamaan, khususnya bagi umat Islam di Kabupaten Demak.

Bupati juga menyoroti terjalinnya hubungan yang harmonis antarorganisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta hubungan lintas agama yang terwadahi dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sinergi antara ulama, tokoh agama lintas iman, pemerintah daerah, instansi vertikal, dan Forkopimda dinilai menjadi kunci dalam menjaga toleransi beragama di Kabupaten Demak.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, dalam sambutan arahan sekaligus membuka secara resmi MUSDA XI, menegaskan bahwa MUSDA merupakan keharusan bagi organisasi yang sehat. Ia menyampaikan bahwa MUSDA dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk pertanggungjawaban dan keberlanjutan organisasi.

“MUSDA ini wajib dilaksanakan. Kalau tidak ada MUSDA, berarti organisasinya bermasalah,” tegasnya.

KH Ahmad Darodji juga menekankan berbagai hikmah peran MUI, di antaranya hikmah melayani umat, pemberdayaan umat, serta kemitraan dengan pemerintah yang berlandaskan prinsip good governance. Ia menegaskan bahwa MUI harus menasihati pemerintah jika terdapat kebijakan yang tidak sesuai, bukan dengan cara memberontak, melainkan melalui pendekatan yang bijak.

Selain itu, MUI juga memiliki peran dalam mewujudkan keadilan pasar dan kedaulatan ekonomi agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.

Ketua Panitia MUSDA XI, H. M. Afhan Noor, menjelaskan rangkaian sidang dalam MUSDA, yang meliputi Sidang Pleno pengesahan tata tertib, laporan kegiatan MUI masa khidmah 2021–2026, pemilihan tim formatur, sidang komisi organisasi, program kerja, rekomendasi, hingga laporan hasil sidang komisi dan tim formatur.

Hasil MUSDA XI menetapkan KH Arief Kholil sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Demak terpilih untuk masa khidmah 2026–2031. Sementara itu, KH Muhammad Asyiq ditetapkan sebagai Dewan Penasehat MUI Kabupaten Demak.

Kegiatan MUSDA XI MUI Kabupaten Demak ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh KH Muhammad Zainal Arifin Ma’sum. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN