26 C
Semarang
, 8 Februari 2026
spot_img

Mahasiswa KKN UNDIP Bangun Rumah Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus di Persawahan Legokclile

Kegiatan ini bertujuan membantu petani mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus dengan metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pekalongan, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pembuatan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) sebagai upaya pengendalian hama tikus di lahan persawahan Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/01/2026).

Program tersebut dilaksanakan oleh Anugrah Ragil Putra Soeripto, mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UNDIP sekaligus anggota Tim 48 KKN Reguler UNDIP Tahun 2025/2026.

Kegiatan ini bertujuan membantu petani mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus dengan metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hama tikus menjadi salah satu permasalahan utama yang kerap dialami petani di Desa Legokclile. Serangan tikus dapat terjadi sejak masa tanam hingga menjelang panen, sehingga menyebabkan kerusakan tanaman padi dan penurunan hasil produksi.

Selama ini, pengendalian hama masih banyak mengandalkan racun tikus dan perangkap sederhana masih kurang efektif serta berpotensi mencemari lingkungan.

Melalui program RUBUHA, mahasiswa KKN memperkenalkan metode pengendalian hayati dengan memanfaatkan burung hantu jenis Tyto alba sebagai predator alami tikus.

Secara ekologis, burung hantu mampu memangsa sekitar 3–5 ekor tikus setiap malam dan menjangkau area berburu hingga lima hektar lahan persawahan.

Pembuatan RUBUHA dilakukan menggunakan bahan sederhana yang mudah diperoleh di desa, seperti kayu papan untuk rumah burung hantu dan bambu sebagai tiang penyangga.

Rumah burung hantu dipasang pada ketinggian sekitar lima meter agar aman dari gangguan manusia maupun hewan lain serta memberikan kenyamanan bagi burung untuk bersarang.

Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif bersama kelompok tani dan masyarakat setempat.

Tahapan kegiatan meliputi observasi lokasi persawahan, penentuan titik pemasangan, pembangunan rumah burung hantu, hingga pemasangan tiang penyangga secara gotong royong.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap keberadaan RUBUHA dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian hama tikus serta meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Legokclile.

Dukungan dan keterlibatan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program agar memberikan manfaat nyata bagi petani.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN