Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-21 UIN Walisongo Semarang Posko 6 menggelar kegiatan sosialisasi anti bullying di SD Negeri Kepuh, Desa Kepuh, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (30/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati, keberanian, serta sikap saling menghargai sejak dini di lingkungan sekolah.
Acara dibuka oleh MC Aisyah Aliyyah yang membawakan kegiatan dengan suasana hangat dan penuh kedekatan bersama siswa melalui jargon, “Satu teman, seribu kebaikan, no bully!”.
Sambutan disampaikan oleh Koordinator KKN MIT ke-21 UIN Walisongo yang diwakili Najmuddin dari Divisi Pendidikan dan Keagamaan.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Hafidz Syahrizal dengan gaya komunikasi yang sederhana dan mudah dipahami siswa.
Ia mengajak peserta untuk lebih peka terhadap perasaan teman serta berani bersikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.
“Bullying tidak selalu berupa pukulan atau ejekan keras. Diam saat melihat teman disakiti juga bisa menjadi bagian dari bullying. Menjadi anak hebat bukan soal paling kuat, tetapi paling peduli dan berani melindungi teman,” ujar Hafidz di hadapan para siswa.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN mengajak siswa mengikuti sesi kuis interaktif.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa sekaligus melatih keberanian mereka untuk berbicara di depan umum.
Momen paling menyentuh terjadi pada sesi Pohon Ungkapan.
Dalam sesi ini, setiap siswa menuliskan perasaan dan curahan hati pada secarik kertas, lalu menempelkannya pada ranting dan cabang pohon sebagai simbol keberanian menyuarakan isi hati.
MC Aisyah Aliyyah membacakan satu per satu tulisan tersebut di hadapan seluruh siswa. Sejumlah ungkapan berisi rasa sedih, takut, dan pengalaman tidak menyenangkan membuat suasana menjadi haru.
Beberapa siswa tampak menangis, sementara teman-teman lainnya saling menguatkan dengan pelukan dan dukungan emosional.
Kegiatan ditutup dengan janji bersama untuk tidak melakukan bullying, saling menjaga perasaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sesi ini menjadi ruang aman bagi siswa untuk didengar, dipahami, dan diterima tanpa rasa takut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-21 UIN Walisongo Semarang berharap siswa tidak hanya memahami nilai anti bullying secara teori.
Mahasiswa juga mendorong siswa untuk menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan sekitar.








