30 C
Semarang
, 11 Februari 2026
spot_img

Bunda Literasi Jateng Dorong Sinergi Daerah, Literasi Jadi Fondasi Bangun Peradaban

Gerakan literasi di Jawa Tengah bukan hanya soal buku, tetapi bagaimana membangun peradaban

SEMARANG, Jatengnews.id – Literasi menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, penguatan gerakan literasi masyarakat perlu dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, usai Rapat Koordinasi Bunda Literasi Jateng 2026 bertema Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (10/2/2026).

“Gerakan literasi di Jawa Tengah bukan hanya soal buku, tetapi bagaimana membangun peradaban,” kata Nawal.

Ia mendorong penguatan sinergi Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami, menelaah, serta mengelola informasi secara bijak.

Nawal menyebut, pembangunan budaya literasi menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jateng pada 2024 tercatat 70,57, meningkat dari 64,40 pada 2023. Sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) naik dari 71,31 persen menjadi 73,91 persen.

“Mari bersama-sama menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi yang gemar membaca dan kaya gagasan,” tegasnya.

Untuk memperkuat capaian tersebut, Nawal menegaskan empat peran strategis Bunda Literasi, yakni sebagai penggerak, kolaborator, edukator, dan motivator literasi. Peran ini menjadi kunci dalam pengembangan ekosistem literasi di daerah.

Berbagai program terus didorong, mulai dari literasi digital, penguatan microlibrary dan taman baca, optimalisasi perpustakaan desa dan kelurahan, hingga kolaborasi dengan komunitas literasi.

Menghadapi era digital, Nawal menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu menyerap dan mengelola informasi secara produktif.

“Literasi adalah proses menyerap dan mengolah informasi agar memberi manfaat bagi kehidupan,” ujarnya.

Penguatan literasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan kemiskinan, serta memperkuat nilai budaya dan kearifan lokal Jawa Tengah.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN