SEMARANG, Jatengnews.id – Suara riuh Alun-Alun Masjid Agung Semarang kembali pecah. Festival Dugderan, tradisi ikonik menyambut Ramadan, kini tengah berlangsung selama 10 hari penuh.
Namun, di balik gemerlap lampu pasar malam dan keceriaan warga, ada perjuangan nyata dari para pedagang kecil yang menaruh harapan besar pada festival tahun ini.
“Cari Uang Itu Sulit Banget”
Bagi Ibu Maryati, Dugderan adalah napas segar bagi ekonominya yang sempat kembang kempis. Saban tahun, ia setia menggelar lapaknya di tengah keramaian. Meski ia merasa pengunjung tahun ini tak sepadat dulu, hasil berjualan di Dugderan tetap jauh melampaui hari biasa.
“Sekarang mencari uang itu sulit banget. Kalau hari biasa 100 ribu saja tidak dapat, tapi kalau waktu festival begini, dapat 200 ribu mungkin bisa,” tutur Maryati dengan nada penuh harap saat ditemui tim Jatengnews.id baru-baru ini.
Daya tarik hiburan rakyat dan pasar malam memang masih menjadi magnet utama. Namun, Maryati dan pedagang lainnya berharap keramaian ini bisa kembali ke level puncaknya agar ekonomi rakyat kecil bisa benar-benar berputar.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Petugas keamanan, Bapak Ruslan, mengungkapkan bahwa posko keamanan sering menerima laporan kehilangan barang berharga.
“Laporan yang paling sering masuk itu kehilangan ponsel, dompet, sampai kecopetan. Ada juga pengunjung yang lupa mencabut kunci motor,” jelas Ruslan.
Catatan penting bagi pengunjung:
Waktu Rawan: Puncak kepadatan terjadi pada pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Keamanan: Pastikan barang bawaan berada di depan tubuh dan kunci kendaraan sudah tercabut sebelum meninggalkan parkiran.
Menanti Wajah Baru Dugderan yang Lebih Luas
Festival ini akan ditutup dengan prosesi arak-arakan megah sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan. Namun, ada satu aspirasi kuat yang muncul dari balik layar: perluasan lokasi.
Petugas keamanan dan pedagang sepakat bahwa pembatasan lokasi saat ini membuat suasana terasa sesak. Mereka berharap pemerintah memberikan dukungan lebih, seperti memperluas area festival hingga ke jalan umum agar pelaksanaan Dugderan ke depan lebih tertata, meriah, dan mampu menampung lebih banyak pengunjung. (01).








