27 C
Semarang
, 13 Februari 2026
spot_img

Tak Lagi Jadi Pencemar, Limbah Cair Tahu di Ketitang Kidul Disulap KKN UNDIP Jadi Pupuk Organik

Pupuk organik cair tersebut memanfaatkan kandungan unsur hara dalam limbah cair tahu, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 52 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair (POC) di Desa Ketitang Kidul, Kabupaten Pekalongan, Rabu (4/2/2026).

Program ini menjadi solusi atas persoalan limbah industri tahu rumahan yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan.

Desa Ketitang Kidul dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas industri tahu skala rumah tangga yang cukup aktif.

Meski memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat, produksi tahu juga menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar.

Pembuangan limbah secara langsung tanpa pengolahan berisiko menimbulkan pencemaran air, bau tidak sedap, serta menurunkan kualitas lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip Tim 52 berinisiatif melaksanakan program pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Salah satu mahasiswa yang terlibat aktif adalah Marsya Wijayanti dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

Pupuk organik cair tersebut memanfaatkan kandungan unsur hara dalam limbah cair tahu, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Melalui proses fermentasi dengan penambahan bahan pendukung dan mikroorganisme, mahasiswa KKN mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman pekarangan, sayur, maupun tanaman hias.

Program diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku usaha tahu setempat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan dampak negatif pembuangan limbah tanpa pengolahan serta potensi ekonominya jika dikelola secara tepat.

“Selama ini limbah cair tahu memang sering menimbulkan bau dan dibuang begitu saja. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, kami jadi tahu bahwa limbah ini bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman pekarangan,” ujar salah satu perwakilan PKK Desa Ketitang Kidul.

Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN melaksanakan pelatihan dan pendampingan langsung terkait proses pembuatan pupuk organik cair.

Tim mendemonstrasikan tahapan pengolahan mulai dari pengumpulan bahan, pencampuran, fermentasi, hingga waktu panen pupuk. Warga dilibatkan secara aktif agar mampu mempraktikkan proses tersebut secara mandiri.

Hasil kegiatan menunjukkan limbah cair tahu yang sebelumnya terbuang kini dapat dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan.

Selain membantu mengurangi pencemaran, penggunaan pupuk organik cair juga berpotensi menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Program ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa limbah dapat diolah menjadi sumber daya bernilai.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP dan warga Desa Ketitang Kidul menjadi contoh sinergi nyata dalam mendorong kepedulian lingkungan dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN