26 C
Semarang
, 15 Februari 2026
spot_img

Kemiskinan di Demak Turun, Bupati Eisti’anah Tekankan Sinergi Tanpa Ego Sektoral

Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi penurunan angka kemiskinan Demak ke 10,87 persen. Kerja keras semua pihak patut disyukuri.

DEMAK, Jatengnews.id – Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), serta para pemangku kepentingan atas kerja keras dan sinergi yang telah membuahkan hasil nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Demak.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Demak yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Demak.

Bupati Eisti’anah menyebutkan, angka kemiskinan Kabupaten Demak pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga 10,87 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 11,89 persen. Menurutnya, capaian ini patut disyukuri karena merupakan hasil kolaborasi dan kerja bersama seluruh pihak.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu semua yang telah bekerja keras sehingga angka kemiskinan dapat diturunkan. Ini adalah capaian yang harus kita jaga dan tingkatkan ke depannya,” ujar Bupati, hari-hari ini.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Bupati mengingatkan agar tidak ada lagi ego sektoral dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Seluruh OPD diminta untuk bekerja bersama tanpa membedakan kewenangan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Demak, Misbahatun Niamah, dalam paparannya menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2021 hingga 2025, tren penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Demak tergolong cukup signifikan. Khusus pada tahun 2025, penurunan mencapai 1,02 persen, yang setara dengan sekitar 11.000 jiwa penduduk berhasil keluar dari garis kemiskinan.

“Jika setiap tahun kita mampu menurunkan sekitar 11.000 jiwa atau sekitar 1 persen, maka hal tersebut sudah sejalan dengan target RPJMD serta indikator kinerja utama Pemerintah Kabupaten Demak,” jelas Misbahatun.

Ia juga menambahkan, dari sisi laju penurunan kemiskinan, Kabupaten Demak menunjukkan kinerja yang cukup baik. Secara nasional, laju penurunan pada 2024 tercatat dari -2,63 menjadi -5,43, sementara di Jawa Tengah dari -2,3 menjadi -9,11. Adapun Kabupaten Demak mengalami peningkatan laju penurunan dari -0,24 menjadi -8.

“Capaian ini menunjukkan bahwa laju penurunan kemiskinan di Kabupaten Demak melampaui capaian nasional, meskipun masih sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah. Namun selisihnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Meski demikian, Misbahatun mengakui bahwa secara angka absolut, persentase kemiskinan Kabupaten Demak masih terlihat cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya angka kemiskinan pada titik awal (baseline). Namun dengan laju penurunan yang signifikan, Pemerintah Kabupaten Demak optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN