Batang, JatengNews.id– Mahasiswa KKN-MIT 21 Posko 14 UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan pembuatan lubang resapan biopori di Desa Sukorejo, Dukuh Bandungan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (02/02/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan daya resap air tanah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah organik secara ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan desa berkelanjutan.
Biopori dinilai sebagai solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mengurangi potensi genangan air serta membantu pengolahan sampah organik rumah tangga.
Dalam sambutannya, Moh. Hamid dan Firman Rizki Ardi Kusuma selaku penanggung jawab kegiatan lingkungan KKN-MIT Posko 14 menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Mereka menyampaikan bahwa biopori memiliki manfaat jangka panjang bagi kelestarian tanah dan kualitas lingkungan desa.
Mahasiswa bersama warga kemudian melakukan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori secara gotong royong.
Proses dimulai dari penentuan titik, pengeboran tanah, hingga pengisian lubang dengan sampah organik.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai fungsi, cara perawatan, dan manfaat biopori terhadap kesuburan tanah.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif dalam praktik dan diskusi singkat terkait pengelolaan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan terdorong untuk menerapkan pembuatan biopori di sekitar rumah masing-masing sebagai langkah konkret menjaga lingkungan.
Program ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo dalam mendukung desa yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.







