Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi limbah cair industri tahu melalui penerapan metode fitoremediasi berbasis floating wetland berbahan bambu, di Desa Ketitangkidul, Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/01/2026).
Program berlangsung di kolam penampungan limbah milik salah satu pengusaha tahu di RT 4 Desa Ketitangkidul.
Inovasi tersebut memanfaatkan tanaman air kiambang yang ditanam pada rakit apung dari bambu untuk menyerap kandungan pencemar dalam limbah cair tahu.
Desa Ketitangkidul merupakan salah satu sentra produksi tahu di Kabupaten Pekalongan. Puluhan pelaku usaha kecil dan menengah menggantungkan perekonomian dari industri ini
Namun, limbah cair hasil produksi yang kaya bahan organik dan asam cuka kerap dibuang langsung ke sungai atau kolam tanpa pengolahan optimal.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD), yang berpotensi mencemari air tanah dan merusak ekosistem perairan.
Melalui pendekatan fitoremediasi, mahasiswa KKN memanfaatkan kemampuan alami tanaman air untuk menyerap zat pencemar seperti nitrogen, fosfor, bahan organik, hingga logam berat.
Akar tanaman kiambang berfungsi sebagai penyaring alami yang membantu menurunkan beban pencemaran dalam air limbah.
Pemilihan bambu sebagai material utama floating wetland menjadi keunggulan program ini. Bambu memiliki daya apung tinggi, ringan, kuat, serta tahan lama.
Selain mudah di lingkungan sekitar, bambu juga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis seperti busa atau pipa PVC.
Sebelum pemasangan, mahasiswa melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha tahu mengenai prinsip kerja fitoremediasi dan manfaat jangka panjangnya.
Edukasi ini bertujuan agar inovasi tersebut dapat direplikasi secara mandiri oleh pelaku usaha lain di kemudian hari.
Mahasiswa KKN membuat rakit apung selama dua hari dengan memotong dan merakit bambu menjadi rangka.
Mereka memasang serabut kelapa sebagai media tanam serta menguji kestabilan struktur di atas air.
Setelah itu, mahasiswa menempatkan floating wetland di kolam limbah.
Mereka juga memberikan panduan perawatan sederhana, seperti memantau pertumbuhan tanaman dan mengganti tanaman yang mati.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap kualitas air kolam penampungan limbah di Desa Ketitangkidul dapat meningkat secara bertahap.
Mahasiswa KKN mengembangkan inovasi sederhana berbasis bahan lokal ini sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah industri tahu yang lebih berkelanjutan.
Inovasi tersebut turut menjaga kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Pekalongan.







