27 C
Semarang
, 16 Februari 2026
spot_img

10 Pebalap Muda Terpilih Jadi Siswa AHRS 2026, Siap Naik Level hingga Mandalika

Pelajari tentang Pebalap Astra yang terpilih melalui seleksi ketat untuk program Astra Honda Racing School 2026.

CIKARANG, Jatengnews.id – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda balap Indonesia lewat program Astra Honda Racing School (AHRS).

Usai proses seleksi ketat yang berlangsung di Astra Honda Safety Riding & Training Center pada 15 Februari 2026, sebanyak 10 pebalap muda berbakat resmi terpilih sebagai siswa AHRS 2026.

Antusiasme tinggi mewarnai proses penjaringan tahun ini. Puluhan talenta muda berusia 10–14 tahun dari berbagai daerah ambil bagian dalam seleksi awal. Mereka menjalani serangkaian tes menyeluruh untuk mengukur kemampuan teknik sekaligus kesiapan mental bertarung di lintasan.

Seleksi dilakukan bertahap dengan parameter penilaian detail, mulai dari riding position, teknik pengereman, racing line, cornering, body movement, hingga spatial awareness. Tak hanya itu, konsistensi lap time, ketahanan fisik, serta kemampuan beradaptasi dengan karakter lintasan baru menjadi faktor krusial dalam menentukan siapa yang layak lolos ke tahap akhir.

Dari proses tersebut, terjaring 10 pebalap terbaik yang dinilai memiliki fondasi teknik kuat dan potensi besar untuk dibina menuju jenjang kompetisi lebih tinggi.

Menariknya, pola pembinaan AHRS musim ini menghadirkan peningkatan signifikan. Selain berlatih di Deltamas, para siswa juga akan merasakan atmosfer sirkuit permanen, termasuk di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Langkah ini dirancang untuk membiasakan para pebalap muda menghadapi karakter trek berstandar internasional, sekaligus mengasah kemampuan high speed dan teknik cornering dalam situasi balap sesungguhnya.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa AHRS menjadi fondasi penting dalam jenjang pembinaan balap AHM.

“AHRS adalah titik awal lahirnya pebalap Indonesia yang kuat secara teknik, mental, dan fisik. Dengan pengalaman latihan di sirkuit permanen seperti Mandalika, kami ingin para siswa lebih siap menghadapi persaingan nasional hingga internasional dan membawa nama Indonesia dengan bangga,” ujarnya.

Tak sebatas teknik balap, siswa AHRS juga mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional.

Dalam sesi latihan, para siswa menggunakan NSF100, CBR150R, serta CRF150R untuk melatih kontrol motor di berbagai karakter lintasan. Seluruh program dikawal instruktur dan pelatih balap nasional berpengalaman.

AHRS juga menggelar program camp khusus guna meningkatkan fisik dan daya juang. Aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, flat track, hingga simulasi balap menjadi bagian dari pembentukan mental kompetitif sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan pun mengacu pada standar pelatihan pebalap kelas dunia dengan pendampingan trainer profesional.

Sejak bergulir pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pebalap yang kini tampil di berbagai ajang nasional hingga dunia. Nama-nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang berkiprah di ajang MotoGP, serta Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, dan Gerry Salim menjadi bukti nyata keberhasilan program ini.

Dengan konsistensi pembinaan dan peningkatan kualitas pelatihan, AHM terus menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama pembinaan balap motor di Indonesia—mencetak talenta yang siap bersaing dan mengibarkan Merah Putih di pentas dunia. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN