28 C
Semarang
, 18 Februari 2026
spot_img

Zero Waste Jadi Solusi, KKN UIN Walisongo Perkuat Ketahanan Pangan Lewat PKK Cerdas Pangan di Limpung

Program ini mengusung konsep zero waste dengan mengolah kulit dan biji buah menjadi produk pangan alternatif yang hemat dan ramah lingkungan.

Batang, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang melaksanakan program kerja divisi kesehatan lingkungan bertajuk PKK Cerdas Pangan di Desa Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Balai Desa Limpung ini diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat dengan mengusung tema pangan zero waste.

Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan limbah dapur menjadi pangan fungsional yang sehat, hemat, dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai sisa bahan dapur seperti kulit dan biji buah maupun sayuran yang masih memiliki kandungan gizi tinggi.

“Biasanya kulit buah dibuang, padahal sebenarnya masih memiliki nilai gizi dan dapat diolah lebih lanjut menjadi pangan fungsional yang sehat, hemat, dan ramah lingkungan,” ujar Ira selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian limbah pangan, jenis limbah yang layak, kandungan gizi di dalamnya, serta contoh produk olahan berbasis limbah pangan.

Salah satu produk yang menarik perhatian peserta adalah nata de pina yang dibuat dari kulit nanas.

Salah satu peserta menyampaikan ketertarikannya terhadap inovasi tersebut.

“Produk yang paling menarik menurut saya adalah nata de pina dari kulit nanas, karena selama ini kulit nanas biasanya dibuang, padahal ternyata masih bisa diolah dan dimanfaatkan,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ditutup dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan tanya jawab interaktif antara mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK.

Selain itu, mahasiswa juga membagikan leaflet berisi rangkuman materi sebagai panduan praktis agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan diskusi serta minat untuk mencoba mengolah limbah dapur menjadi produk pangan bernilai guna.

Mahassiwa KKN berharap, Program PKK Cerdas Pangan ini mampu meningkatkan wawasan masyarakat dalam mengoptimalkan bahan pangan.

Tak hanya itu, sekaligus mengurangi limbah rumah tangga sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan desa.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN