Batang, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-21 UIN Walisongo Semarang membagikan tips diet sehat rendah garam bagi penderita hipertensi dalam kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Kegiatan KKN UIN Walisongo ini berlangsung di Balai Desa Rowosari, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jumat (6/2/2026).
Edukasi kesehatan tersebut disampaikan oleh Tiara Miftahul Ulum di hadapan masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus.
Kegiatan Prolanis ini merupakan kolaborasi pemerintah desa dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Batang (Labkesda) Batang.
Dalam pemaparannya, Tiara menjelaskan tiga langkah sederhana diet rendah garam yang dapat diterapkan sehari-hari.
Pertama, menjaga pola makan teratur dengan jadwal yang konsisten, yakni sarapan pukul 07.00, selingan pukul 09.30, makan siang pukul 12.00, selingan pukul 15.00, dan makan malam pukul 17.00.
Tiara menganjurkan peserta mengonsumsi makanan dengan komposisi seimbang pada menu pagi, siang, dan malam, yakni satu centong makanan pokok, satu potong lauk hewani, satu potong lauk nabati, satu sendok sayur, serta satu porsi buah.
Sementara itu, makanan selingan dapat berupa camilan sehat dan segelas susu.
Langkah kedua adalah menghindari makanan olahan tinggi garam dan soda, seperti roti, kue, makanan awetan, minuman bersoda, serta minuman beralkohol.
Menurutnya, pembatasan asupan natrium penting untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular.
Selanjutnya, Tiara menjelaskan cara memasak sehat bagi penderita hipertensi. Ia menyarankan pembatasan konsumsi garam serta penggunaan bumbu alami non-natrium seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, daun salam, dan sedikit gula untuk meningkatkan cita rasa.
Metode memasak seperti menumis dan memanggang juga dianjurkan agar makanan tetap lezat tanpa tambahan garam berlebih.
Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet berisi panduan diet rendah garam agar peserta dapat menerapkan tips tersebut secara mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-21 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat dalam pengendalian hipertensi serta mampu menerapkannya secara konsisten guna meningkatkan kualitas hidup.



