30 C
Semarang
, 20 Februari 2026
spot_img

Mahasiswa KKN UNDIP Optimalkan Distribusi Terpadu Penjualan Jagung di Desa Ngargotirto

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memperkenalkan sistem distribusi dan penjualan jagung secara kolektif di Desa Ngargotirto untuk memperkuat posisi tawar petani dan menekan ketergantungan pada tengkulak.

Sragen, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggagas program Rencana Distribusi Terpadu Penjualan Jagung di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Selasa (27/01/2026).

Program ini difokuskan pada penguatan sistem distribusi dan pemasaran jagung guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Jagung merupakan komoditas utama Desa Ngargotirto. Namun, dalam praktiknya petani masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti ketergantungan pada tengkulak, fluktuasi harga, serta lemahnya koordinasi antarpetani saat panen dan pemasaran.

Kondisi tersebut menyebabkan posisi tawar petani relatif rendah dan hasil panen belum memberikan nilai ekonomi optimal.

Penguatan Sistem Distribusi dari Hulu ke Hilir

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP memperkenalkan alur distribusi yang lebih terstruktur, dimulai dari tahap produksi hingga penjualan ke pasar.

Pada tahap produksi, petani didorong untuk melakukan pencatatan jadwal tanam dan estimasi panen secara sederhana.

Langkah ini bertujuan agar waktu panen dapat terkoordinasi sehingga volume jagung yang dihasilkan lebih besar dan siap dipasarkan secara kolektif.

Tahap berikutnya adalah konsolidasi hasil panen di satu lokasi pengumpulan desa.

Jagung yang telah dipanen dikumpulkan untuk dilakukan penimbangan dan sortasi sederhana guna menjaga kualitas.

Selain itu, dilakukan pencatatan data stok sebagai langkah awal menuju digitalisasi data pertanian desa.

Flyer distribusi terpadu penjualan jagung

Dengan sistem konsolidasi ini, petani tidak lagi menjual hasil panen secara terpisah, melainkan dalam skala yang lebih besar dan terorganisir.

Skema Penjualan Kolektif dan Efisiensi Logistik

Pada tahap distribusi, jagung hasil konsolidasi dipasarkan ke pasar besar, pabrik pakan ternak, mitra kontrak, hingga marketplace pertanian.

Skema penjualan kolektif dinilai mampu memberikan harga yang lebih stabil serta menekan biaya logistik.

Mahasiswa KKN juga memperkenalkan konsep rantai pasok terintegrasi agar petani memahami alur distribusi dari lahan hingga ke konsumen akhir.

Dengan pemahaman tersebut, diharapkan petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual.

Respons Positif dan Tantangan Implementasi

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya petani jagung Desa Ngargotirto.

Mereka mulai menyadari pentingnya kerja sama, pencatatan data panen, dan pengelolaan distribusi yang terpusat.

Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan sarana penyimpanan dan adaptasi terhadap sistem baru.

Namun, program ini dinilai sebagai langkah awal menuju sistem pemasaran jagung yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa UNDIP berharap Desa Ngargotirto mampu mengembangkan sistem distribusi jagung yang lebih terintegrasi, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara bertahap.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN