28 C
Semarang
, 24 Februari 2026
spot_img

DPW PSI Jateng Tegaskan Hanya Enam DPC Semarang Mundur

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah membantah kabar 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mundur dan menegaskan hanya enam DPC yang resmi mengembalikan mandat.

SEMARANG, Jatengnews.id – Polemik pengunduran diri pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Semarang masih bergulir. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah membantah kabar 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mundur dan menegaskan hanya enam DPC yang resmi mengembalikan mandat.

Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, mengatakan data internal partai menunjukkan enam dari total 16 DPC di Kota Semarang yang menyatakan mundur dari jabatan struktural.

“Kalau dilihat dari plang dan data yang kami miliki, bukan 13, tapi hanya enam DPC yang mengembalikan mandat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya, sejumlah pengurus DPC mendatangi Kantor DPD PSI Kota Semarang di Jalan Jagalan, Semarang Tengah, Minggu (22/2/2026) malam. Mereka mengembalikan aset DPC, termasuk plang kepengurusan, sebagai simbol pelepasan jabatan. Meski demikian, sebagian di antaranya menyatakan tetap menjadi kader biasa PSI.

Polemik ini mencuat setelah perbedaan pandangan terkait keabsahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD dalam forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan serah terima jabatan di Hotel Triizz, Semarang, Januari lalu.

Yogo menyayangkan langkah pengurus yang mundur karena dinilai tidak menempuh mekanisme internal partai, seperti mengajukan keberatan ke Mahkamah Kehormatan Partai atau berkonsultasi melalui bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).

“Kami sudah membuka ruang dialog. Ini dinamika yang biasa dalam organisasi. Pergantian ketua atau penyusunan kepengurusan adalah hal wajar. Tapi ada yang belum bisa menerima,” tegasnya.

DPW juga memastikan kekosongan di enam DPC tidak akan menghambat agenda partai, terutama menjelang Ramadan dengan kegiatan sosial seperti pembagian takjil dan buka puasa bersama.

Sementara itu, eks Ketua DPC Semarang Utara, Hanif Navila Rozaq, membantah pernyataan DPW. Ia menyebut undangan kepada para DPC bukan forum dialog, melainkan bentuk tekanan agar menerima SK kepengurusan terbaru.

“Teman-teman menganggap pemanggilan itu bukan diskusi, tapi intimidasi untuk mengakui SK terbaru. Itu sebabnya ada yang awalnya mau datang kemudian membatalkan,” ujarnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN