KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan stok pangan, khususnya beras, tetap aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Bahkan, meski terjadi peningkatan konsumsi saat musim mudik dan liburan, Karanganyar masih mengalami surplus beras.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Dispertan PP) Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menyebutkan, saat ini daerahnya memiliki surplus beras sekitar 140 ribu ton berdasarkan kebutuhan penduduk yang jumlahnya hampir satu juta jiwa.
“Penduduk Karanganyar sekitar satu juta, tetapi saat musim mudik dan liburan jumlah orang yang datang bisa mencapai jutaan. Mereka datang untuk berwisata, makan, dan berbelanja, sehingga konsumsi pangan juga meningkat,” ujar Feriana, Senin (16/3/2026).
Untuk menjaga ketersediaan pangan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan memantau kondisi pasar serta pertanian, meski memasuki masa libur. Langkah ini dilakukan agar harga pangan tetap stabil dan panen petani tetap terpantau.
Feriana menambahkan, pola panen padi di Karanganyar berbeda dengan beberapa daerah lain seperti Klaten atau Sragen, yang panennya bisa serentak di satu kabupaten.
“Karanganyar tidak bisa panen serentak satu kabupaten. Biasanya yang bersamaan itu wilayah Jaten, Kebakkramat hingga ke arah timur. Sekarang ini baru masa tanam, panen raya diperkirakan setelah Lebaran, terutama di wilayah Jaten dan Kebakkramat yang memang menjadi sentra padi,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, Karanganyar tetap mewaspadai lonjakan konsumsi pangan selama musim mudik Lebaran, mengingat daerahnya menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah.(02)



