31 C
Semarang
, 18 Maret 2026
spot_img

143 Juta Orang Diprediksi Mudik, DPR RI Soroti Kesiapan Infrastruktur dan Keselamatan

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, usai menghadiri acara buka puasa bersama DPC Partai Gerindra Kabupaten Karanganyar, Selasa (17/3/2026).

KARANGANYAR, Jatengnews.id  – Komisi V DPR RI menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, menyusul tingginya potensi pergerakan masyarakat dari wilayah Jabodetabek ke berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, usai menghadiri acara buka puasa bersama DPC Partai Gerindra Kabupaten Karanganyar, Selasa (17/3/2026).

Sriyanto mengungkapkan, berdasarkan hasil survei, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.

“Provinsi Jawa Tengah menjadi titik krusial karena berada di jalur tengah arus pergerakan pemudik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Komisi V DPR RI telah melakukan koordinasi lintas kementerian, di antaranya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta BMKG.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya jalan rusak dan berlubang. Selain itu, proyek pembangunan jalan non-tol yang masih berlangsung diminta untuk dihentikan sementara selama periode mudik.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi lintasan pemudik.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai memfungsikan sejumlah ruas tol secara fungsional, salah satunya jalur dari Bawen menuju Yogyakarta hingga kawasan Tirtoadi–Tanomartani. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan, khususnya bagi pemudik yang menuju wilayah DIY.

Selain infrastruktur, aspek keselamatan transportasi juga menjadi perhatian serius. Komisi V DPR RI meminta agar dilakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan secara ketat terhadap armada angkutan Lebaran.

Kendaraan yang tidak memenuhi standar diminta tidak dioperasikan demi mencegah kecelakaan. Pengawasan terhadap pengemudi juga harus diperketat, termasuk larangan penggunaan sopir pengganti yang tidak berpengalaman.

“Jangan sampai kecelakaan seperti yang terjadi di ruas tol Simpang Susun Rapak, yang diduga melibatkan pengemudi pengganti berusia muda dan belum cukup berpengalaman, kembali terjadi,” tegasnya.

Dari sektor energi, Sriyanto memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman. Pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk dampak konflik global.

Distribusi BBM oleh Pertamina disebut tetap berjalan lancar, termasuk setelah kapal pengangkut yang sempat tertahan di Selat Hormuz berhasil melanjutkan perjalanan.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN