29 C
Semarang
, 18 Maret 2026
spot_img

One Way Nasional Arus Mudik di Kalikangkung Tembus 4.200 Kendaraan

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut peningkatan volume kendaraan ke arah Semarang menjadi faktor utama penerapan rekayasa tersebut.

SEMARANG,Jatengnews.id – Gelombang arus mudik di jalur Jalan Tol Trans Jawa kian menguat. Rekayasa lalu lintas one way dari skala lokal hingga nasional resmi diberlakukan, menyusul lonjakan volume kendaraan yang tembus lebih dari 3.000 unit per jam menuju arah timur.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, one way nasional mulai diterapkan pada Rabu (18/3/2026) siang pukul 13.25 WIB, dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung. Kebijakan ini diambil atas diskresi kepolisian setelah indikator lonjakan lalu lintas terpenuhi.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut peningkatan volume kendaraan ke arah Semarang menjadi faktor utama penerapan rekayasa tersebut.

“Data traffic counting, pantauan CCTV, dan laporan petugas menunjukkan volume kendaraan meningkat signifikan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).

Lonjakan arus mudik terlihat jelas di GT Kalikangkung. Data per jam menunjukkan kendaraan yang menuju Semarang dari arah Jakarta konsisten di atas 3.000 unit sejak pagi.

Bahkan pada pukul 15.00–16.00 WIB, volume kendaraan mencapai 4.202 kendaraan dalam satu jam menjadi titik tertinggi sepanjang hari.

Secara kumulatif, hingga sore hari tercatat sebanyak 39.532 kendaraan masuk ke arah Semarang dan Solo. Sementara itu, arus sebaliknya nyaris nihil karena terdampak kebijakan one way.

Kondisi ini menegaskan dominasi arus mudik dari barat ke timur yang semakin masif.

Tak hanya skala nasional, rekayasa lalu lintas juga diperkuat di wilayah Jawa Tengah. PT Jasamarga Transjawa Tol bersama operator tol lainnya memperpanjang one way lokal.

Awalnya, skema satu arah diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 442 ruas Semarang-Solo. Namun karena arus terus meningkat, kebijakan diperluas hingga KM 459 pada pukul 17.20 WIB.

Perpanjangan ini mengarah ke wilayah Bawen, Solo hingga Jawa Timur guna mencegah penumpukan kendaraan di titik-titik krusial.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyebut langkah ini sebagai bagian dari pengendalian arus secara terintegrasi.

“Sinergi dilakukan untuk memastikan distribusi lalu lintas tetap terkendali dan perjalanan pengguna jalan tetap lancar,” ujarnya.

Dengan intensitas kendaraan yang terus meningkat, pengguna jalan diimbau ekstra waspada. Polisi dan operator tol mengingatkan agar pengemudi tidak berhenti di bahu jalan, tidak berpindah jalur sembarangan, serta mematuhi batas kecepatan.

One way nasional sendiri hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang menuju arah Semarang. Pengguna tetap dapat memanfaatkan rest area di jalur berlawanan yang difungsikan sementara.

Tren kendaraan di atas 3.000 per jam ini menunjukkan puncak arus mudik mulai terjadi lebih awal. Dengan kondisi tersebut, jalur Trans Jawa diperkirakan masih akan dipadati kendaraan dalam beberapa hari ke depan. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN