29.8 C
Semarang
, 3 April 2026
spot_img

Empat Mahasiswi PGMI UIN Walisongo Tembus Kancah Global, Jadi Mitra Bahasa di Irlandia

Empat mahasiswi terbaik berhasil mengambil peran sebagai Language Partner dalam program pembelajaran di University of Galway, Irlandia.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kiprah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang kembali mencuri perhatian di tingkat internasional.

Empat mahasiswi terbaik berhasil mengambil peran sebagai Language Partner dalam program pembelajaran di University of Galway, Irlandia.

Mereka adalah Nadia Safwa Aqila, Rara Nur Hafizhah, Selfi Dewi Rahmawati, dan Shabrinaya Az Zahra. Keempatnya terlibat dalam modul GL2103 Introduction to Indonesian Language and Culture II yang diselenggarakan oleh School of Languages, Literatures and Cultures.

Kegiatan yang berlangsung secara daring pada 26 Maret hingga 2 April 2026 ini menghadirkan pengalaman lintas budaya yang unik. Mahasiswa University of Galway berlatih menggunakan bahasa Indonesia melalui simulasi role-play interview, sementara para mahasiswi PGMI berperan sebagai pendamping sekaligus jembatan komunikasi budaya.

Tidak sekadar mendampingi penggunaan bahasa, mereka juga memperkenalkan nilai-nilai sosial dan tradisi masyarakat Indonesia, khususnya terkait kehidupan bertetangga. Hal ini menjadikan proses belajar lebih kontekstual dan autentik.

Ketua Program Studi PGMI, Kristi Liani Purwanti, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional menjadi bukti bahwa kualitas akademik dan kompetensi mereka mampu bersaing secara global.

“Ini adalah wujud nyata dari penguatan kemampuan bahasa sekaligus pemahaman budaya. Kami berharap pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk memperluas wawasan dan jejaring internasional,” ujarnya.

Salah satu peserta, Selfi Dewi Rahmawati, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat aplikatif. Ia merasakan keterkaitan langsung antara kegiatan tersebut dengan mata kuliah yang dipelajari, seperti Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

“Bagi kami, ini seperti laboratorium nyata. Kami belajar menyampaikan nilai-nilai budaya Indonesia dengan cara yang mudah dipahami oleh mahasiswa asing. Ini juga melatih kami menjadi pendidik yang adaptif dan komunikatif di tingkat global,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswi mendapatkan Certificate of Appreciation yang ditandatangani oleh pemimpin modul di University of Galway.

Keikutsertaan ini diharapkan semakin memperkuat langkah UIN Walisongo dalam mewujudkan internasionalisasi kampus, sekaligus mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN