Sumanto Raih Gelar Satriyo Pelestari Budaya Berkat Rutin Pentaskan Wayang Kulit

Bagi Sumanto, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab seniman, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Komitmen Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, dalam melestarikan budaya Jawa berbuah penghargaan.

Sumanto dianugerahi gelar kehormatan Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo oleh Paguyuban Dalang Karanganyar.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Ki Sulardiyanto Pringgo Carito, dalam sebuah pagelaran wayang kulit yang digelar di kediaman Sumanto di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Menurut Ki Sulardiyanto, gelar tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Sumanto yang dinilai konsisten menjaga eksistensi kesenian tradisional, khususnya wayang kulit. Ia menyebut Sumanto sebagai sosok yang tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga aktif mengayomi para pelaku seni.

“Beliau rutin menggelar wayang kulit setiap selapan sekali. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bukti nyata komitmen dalam merawat budaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dipentaskan lakon “Sadewa Kridha Brata” yang dibawakan oleh dalang Ki Aang Wiyatmoko dan Ki Isna Indra Prasetyo. Kisah ini mengangkat nilai-nilai keteguhan, pengorbanan, dan kesucian batin melalui tokoh Sadewa, putra bungsu Pandawa.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mendapatkan gelar kehormatan sebagai "Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo" dari Paguyuban Dalang Karanganyar. (Foto : Dok DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto mendapatkan gelar kehormatan sebagai “Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo” dari Paguyuban Dalang Karanganyar. (Foto : Dok DPRD Jateng)

Cerita berfokus pada perjalanan spiritual Sadewa yang menjalani tapa brata demi menyelamatkan dunia dari kekuatan jahat. Ia dipilih karena kemurnian hati dan keteguhannya dalam menjalankan dharma, termasuk menghadapi kutukan Dewi Durga yang menuntut pengorbanan manusia.

Pagelaran wayang kulit yang rutin digelar tersebut selalu disambut antusias warga. Tak sedikit masyarakat yang rela begadang demi menikmati pertunjukan semalam suntuk.

Sumanto pun menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai gelar tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya tradisional.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarat tuntunan kehidupan. Ini harus terus dilestarikan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan rutin tersebut menjadi ruang bagi para dalang untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan. Dengan begitu, para seniman tetap memiliki panggung di tengah tantangan era digital.

Bagi Sumanto, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab seniman, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus mendukung keberlangsungan seni tradisional sebagai bagian dari jati diri bangsa. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN