Tajamkan Strategi Komunikasi, Humas UIN Walisongo Asah Monitoring Media di Solo

Pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi agar tidak kehilangan momentum strategis.

SOLO, Jatengnews.id — Untuk memperkuat pengelolaan informasi sekaligus membangun citra institusi yang solid di tengah derasnya arus digital, Humas UIN Walisongo Semarang menggelar Bimbingan Teknis Teknik Monitoring Media Sosial dan Media Massa untuk Penyusunan Narasi Strategis.

Adapun, kegiatan ini dibuka pada Rabu (29/4/2026) pukul 15.00 WIB di Hotel Aston Solo.

Sebanyak 32 peserta yang terdiri dari staf KKH dan pelaksana kehumasan UIN Walisongo mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber profesional Solopos terkait teknik pemantauan media yang efektif dan relevan dengan kebutuhan saat ini.

Ketua Tim Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas (KKH) UIN Walisongo, Muhammad Sirojudin Munir, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk menjawab tantangan dinamika informasi publik.

Menurut Munir, praktik kehumasan saat ini tidak bisa lepas dari pendekatan berbasis data.
“Penyusunan narasi strategis harus dimulai dari analisis isu yang kuat dan berbasis data. Fasilitas yang kita miliki sudah mendukung hal tersebut. Melalui Bimtek ini, kita ingin mempertajam strategi agar setiap pesan yang disampaikan kampus memiliki dampak nyata,” ungkapnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Walisongo, Dr. H. M. Fatah, S.Ag., M.Ed. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya peran humas sebagai ujung tombak institusi.

Fatah mengingatkan bahwa humas tidak boleh hanya menjadi penonton dalam derasnya arus informasi, tetapi harus aktif mengambil peran dalam membentuk persepsi publik. “Kita harus hadir sebagai pemain yang mampu menentukan arah narasi kampus di ruang publik,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi agar tidak kehilangan momentum strategis.

Sebagai penutup, Fatah menyampaikan prinsip sederhana namun krusial bagi insan humas.
“Update dan Upgrade. Terus perbarui informasi dan tingkatkan kapasitas diri. Dengan begitu, kita bisa menghadirkan narasi yang kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai metode monitoring media serta praktik langsung dalam menyusun narasi strategis yang adaptif dan berdampak. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN