SEMARANG, Jatengnews.id — Rotary Club of Semarang Bimasena terus melanjutkan gerakan pelestarian pesisir di Kota Semarang. Melalui program Jogo Pesisir, organisasi ini berkolaborasi dengan Bidang Lingkungan Hidup BEM Universitas Diponegoro untuk menanam 1.700 bibit mangrove di kawasan Kampung Nelayan Tambakrejo pada Minggu (31/5/2026).
Kegiatan bertajuk Aksi Dipo Peduli Lingkungan Edisi Dipo Bahari tersebut melibatkan sekitar 80 relawan mahasiswa dan 30 panitia dari BEM Undip serta Rotary Club of Semarang Bimasena.
Hadir pula perwakilan Dinas Perikanan Kota Semarang, Pertamina Patra Niaga Semarang, para rotarian, serta warga RT 6 RW 16 Tambakrejo.
Para relawan menanam dua jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata. Dari total 1.700 bibit, pasokan berasal dari berbagai pihak.
Diantaranya, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pemali Jratun sebanyak 1.000 bibit, Dinas Perikanan Kota Semarang sebanyak 500 bibit, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang sebanyak 200 bibit dan Rotary Club of Semarang Bimasena sisa alokasi bibit pendukung.
Catatan, penyelenggara memilih kedua jenis mangrove tersebut karena memiliki fungsi vital dalam menjaga kestabilan kawasan pesisir, mengurangi abrasi, sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai biota laut.
Ketua Pelaksana Aksi Dipo Peduli Lingkungan, Husain Arfajja, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
“Penanaman mangrove ini bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga komitmen bersama untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Kami berharap kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Rotary Club of Semarang Bimasena, Linggayani Soentoro, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan nilai Service Above Self semangat Rotary dalam melayani masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memikul tanggung jawab bersama untuk menjaga kawasan pesisir demi menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Semarang, Indah Kurniasih W., S.TP., M.Ling. Ia memuji sinergi yang terjalin erat antara mahasiswa, komunitas, pemerintah, dan sektor swasta.
“Kolaborasi multipihak seperti ini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Kota Semarang,” katanya.
Edukasi dan Keberlanjutan Program
Selain menanam, para peserta juga mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, tim pelaksana bersama para mitra akan memonitor dan mengevaluasi pertumbuhan bibit tanaman secara berkala.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Jogo Pesisir inisiasi Rotary Club of Semarang Bimasena yang menargetkan penanaman 10.000 mangrove di kawasan Tambakrejo.
Setelah sebelumnya berhasil menanam 3.000 bibit pada 24 Mei 2026 dan menambah 1.700 bibit pada Minggu ini, gerakan bersama ini telah mengamankan total 4.700 mangrove untuk memulihkan ekosistem pesisir Kota Semarang. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara



