Dukungan Keluarga Antar Tiga Wakil Jawa Tengah Bersinar di Grand Runway Indonesia 2026

Bagi kedua keluarga, prestasi yang diraih bukan semata-mata soal gelar juara. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari keberanian anak-anak untuk terus mencoba, menikmati proses, dan tumbuh dengan dukungan penuh dari orang tua.

Dukungan Keluarga Antar Tiga Wakil Jawa Tengah Bersinar di Grand Runway Indonesia 2026

SEMARANG, Jatengnews.id – Tiga wakil Jawa Tengah berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Grand Runway Indonesia 2026 tingkat nasional.

Mereka adalah Christy Priskila Angelia, Brenda Genovefa Loviska, dan Ranin Jenna Najma yang sukses membawa pulang gelar di kategori masing-masing setelah melalui karantina dan serangkaian penilaian selama lima hari.

Kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta melalui berbagai tahapan, mulai dari catwalk, fashion runway, wawancara, hingga grand final. Di balik keberhasilan mereka, tersimpan kisah tentang dukungan keluarga yang menjadi kunci perjalanan menuju panggung nasional.

Christy Priskila Angelia (17), remaja asal Lamper Lor, Semarang Selatan, berhasil meraih gelar 2nd Runner Up Miss Teen Grand Runway Indonesia 2026. Tak hanya itu, ia juga menyabet dua penghargaan bergengsi, yakni Winner Best Catwalk dan Winner Best Heritage Runway Performance.

Sementara itu, Brenda Genovefa Loviska (5), peserta cilik asal Semarang Utara, dinobatkan sebagai 3rd Runner Up Miss Toddler Grand Runway Indonesia 2026 sekaligus meraih gelar Winner Best Ethnic Gown Performance.

Adapun wakil Jawa Tengah lainnya, Ranin Jenna Najma, sukses menorehkan prestasi sebagai 5th Runner Up Miss Toddler Grand Runway Indonesia 2026.

Bagi keluarga Christy, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak putrinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Sang ibu, Susiana Ketty, mengenang bagaimana Angel pertama kali mengikuti lomba modeling tingkat kecamatan tanpa pengalaman. Saat itu, ia belum berhasil meraih juara dan pulang dengan tangis.

“Waktu itu dia sedih sekali karena enggak dapat juara. Tapi setelah itu malah semakin semangat ikut lomba lagi,” kenang Ketty saat ditemui di Semarang, Sabtu (4/7/2026).

Kegagalan itu justru menjadi motivasi bagi Angel untuk terus belajar. Ia kemudian aktif mengikuti berbagai kompetisi catwalk dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Memasuki jenjang SMA, Angel semakin serius menekuni dunia modeling dengan bergabung di Ardhan Modeling School. Menurut Ketty, hobi putrinya di bidang tari turut membantu membangun kepercayaan diri saat berjalan di atas runway.

“Dia memang suka dance, jadi waktu berjalan di runway sudah punya ritme sendiri. Itu yang membuat dia lebih percaya diri,” ujarnya.

Meski mulai menerima berbagai tawaran tampil di sejumlah kota, keluarga tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Yang penting buat kami bukan hanya menang, tapi dia menikmati prosesnya. Sekarang sekolah tetap nomor satu,” tegas Ketty.

Kisah Brenda tak kalah menarik. Sang ibu, Adita Krista Bela, mengatakan bakat putrinya mulai terlihat saat mengikuti berbagai kegiatan di sekolah, seperti peragaan busana Hari Kartini dan pentas seni.

Menurut Adita, guru-guru di sekolah menjadi pihak pertama yang melihat potensi Brenda.

“**Kepala sekolah bilang Brenda itu fotogenik dan percaya diri kalau tampil di depan umum,**” tuturnya.

Melihat bakat tersebut, Adita mulai mengikutkan Brenda ke sekolah modeling sejak akhir tahun lalu. Namun, ia menegaskan tidak pernah memaksakan putrinya untuk menekuni dunia modeling.

“Kalau anak kecil enggak bisa dipaksa. Selama dia senang, kami dukung. Selain modeling dia juga ikut balet, menyanyi, dan piano,” katanya.

Karakter Brenda yang ceria dan mudah bergaul membuatnya tampil lepas di atas panggung. Bahkan, gaya khasnya saat berjalan di runway justru menjadi nilai tambah di mata dewan juri.

“Kadang di panggung dia punya gaya sendiri. Ternyata malah disukai juri,” ungkap Adita.

Bagi kedua keluarga, prestasi yang diraih bukan semata-mata soal gelar juara. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari keberanian anak-anak untuk terus mencoba, menikmati proses, dan tumbuh dengan dukungan penuh dari orang tua.

Mereka berharap semakin banyak anak-anak di Semarang dan Jawa Tengah berani mengembangkan bakat yang dimiliki, sementara para orang tua terus menjadi pendamping yang memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh sesuai minat, potensi, dan impian mereka.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN