MAGELANG, Jatengnews.id – Gelaran Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga yang menyedot ribuan peserta, tetapi juga dimanfaatkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah sebagai sarana memperkuat literasi masyarakat di bidang keuangan, sistem pembayaran digital, serta ketahanan pangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, mengatakan RBP 2026 dirancang sebagai kegiatan yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai program yang dihadirkan, peserta diajak lebih mengenal peran Bank Indonesia sekaligus memahami pentingnya penggunaan Rupiah dan transaksi digital yang aman.
“Melalui RBP 2026, Bank Indonesia menghadirkan program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, edukasi sistem pembayaran digital, serta pelindungan konsumen agar masyarakat semakin memahami fungsi Rupiah dan perkembangan transaksi keuangan digital,” ujar Noor Nugroho, Minggu (05/07/2026).
Sebagai bagian dari kampanye CBP Rupiah, peserta lomba lari diajak mengenal lebih dekat makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Edukasi tersebut disampaikan secara kreatif melalui berbagai cheering point yang tersebar di sepanjang rute lari sehingga pesan mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah dapat diterima dengan cara yang lebih menarik.
Tak hanya itu, BI juga menghadirkan Pojok Edukasi Keuangan Digital dan Pelindungan Konsumen yang menjadi salah satu pusat perhatian peserta dan pengunjung. Di area tersebut tersedia berbagai kuis, permainan interaktif, hingga informasi mengenai sistem pembayaran digital.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk semakin memahami manfaat transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelindungan konsumen dalam bertransaksi di era digital.
Sementara itu, Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah turut menghadirkan program Library in Motion yang memberikan pengalaman literasi kebanksentralan kepada masyarakat. Program ini menyediakan koleksi buku, kuis edukatif, serta berbagai aktivitas interaktif yang mengenalkan tugas dan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral kepada peserta dari berbagai kalangan.
Noor Nugroho menjelaskan, pendekatan edukasi yang dikemas secara santai di tengah kegiatan olahraga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga literasi mengenai kebanksentralan dan sistem keuangan nasional semakin meningkat.
Selain fokus pada literasi keuangan, rangkaian Rupiah Borobudur Playon 2026 juga mendukung implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Strategis (GPIPS). Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
Program tersebut meliputi talkshow mengenai pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, demonstrasi memasak menggunakan bahan pangan lokal, hingga kampanye diversifikasi pangan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.
Sebagai bentuk edukasi nyata, Bank Indonesia juga membagikan healthy snack berbahan dasar Modified Cassava Flour (mocaf) kepada 100 peserta pertama yang mengambil race pack. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pemanfaatan produk pangan lokal hasil diversifikasi.
Menurut Noor Nugroho, penggunaan mocaf tidak hanya mendorong pola konsumsi pangan yang lebih beragam, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat pemberdayaan petani di Jawa Tengah.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Rupiah Borobudur Playon 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai ajang olahraga berskala nasional, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membangun literasi keuangan, memperluas penggunaan sistem pembayaran digital, serta mendorong penguatan ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


