Puluhan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang Mundur, Mayoritas Diterima Kerja di Tempat Lain

Pengunduran diri tersebut terjadi secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari diterima bekerja di tempat lain, kondisi kesehatan, hingga persoalan keluarga.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat sebanyak 30 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 mengundurkan diri selama pelaksanaan kegiatan pendataan.

Pengunduran diri tersebut terjadi secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari diterima bekerja di tempat lain, kondisi kesehatan, hingga persoalan keluarga.

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, mengatakan jumlah petugas yang mundur relatif kecil dibandingkan total 1.437 petugas sensus yang bertugas di seluruh wilayah Kota Semarang.

“Sebanyak 30 orang yang mengundurkan diri itu tidak terjadi secara bersamaan. Mereka mundur secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Rudi, sekitar separuh dari petugas yang mengundurkan diri memilih berhenti karena telah diterima bekerja di perusahaan atau instansi lain.

“Dari 30 orang tersebut, hampir 50 persen atau sekitar 16 orang mengundurkan diri karena sudah diterima bekerja. Selain itu ada lima orang yang sakit, sementara sisanya karena alasan keluarga maupun merasa aktivitas kuliahnya terganggu,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pengunduran diri para petugas disebabkan kesulitan membangun komunikasi dengan masyarakat saat melakukan pendataan. Menurutnya, faktor tersebut bukan penyebab utama.

Terkait hak pembayaran, Rudi menjelaskan petugas yang memutuskan mengundurkan diri tidak memperoleh honor sesuai ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK), meskipun telah menyelesaikan sebagian tugas.

“Sesuai ketentuan dalam SPK, petugas yang mengundurkan diri tidak mendapatkan honor,” katanya.

Adapun besaran honor petugas lapangan mencapai Rp5.019.000 per bulan. Dengan masa penugasan sekitar 2,5 bulan, total honor yang diterima petugas yang menyelesaikan kontrak mencapai sekitar Rp12.547.500.

Untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, BPS Kota Semarang segera mengisi kekosongan petugas melalui proses perekrutan baru yang dilakukan oleh penanggung jawab di masing-masing kecamatan.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN