UIN Walisongo Jadi Tuan Rumah FORDEK FST 2026, Bahas Transformasi PTKIN

Ketua Panitia FORDEK FST 2026, Dr. Hamdan Hadi Kusuma, menjelaskan bahwa hilirisasi hasil riset menjadi salah satu fokus utama dalam forum tahun ini.

SEMARANG, Jatengnews.id – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) PTKIN Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026 di Kota Semarang ini mengusung tema “Transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN melalui Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam.”

Forum tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., para dekan FST dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), pimpinan program studi, akademisi, hingga mitra industri.

Dekan FST UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., mengatakan pertemuan FORDEK menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah baru pengembangan pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan perkembangan ilmu pengetahuan global.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah baru pengembangan pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan global,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi kelembagaan tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui penerapan prinsip Good University Governance. Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah pembahasan pembangunan Zona Integritas sebagai fondasi reformasi birokrasi di lingkungan FST PTKIN.

Untuk mendukung pembahasan tersebut, FORDEK 2026 menghadirkan Andi Rahadian, S.H., LL.M., dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang juga menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Oman.

“Kita menghadirkan beliau karena transformasi membutuhkan fondasi tata kelola yang baik dan reformasi birokrasi yang kuat,” kata Fatah Syukur.

Sementara itu, arah kebijakan transformasi dan hilirisasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN akan dipaparkan langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. Materi tersebut diharapkan menjadi landasan strategis dalam memperkuat peran FST PTKIN sebagai motor pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

Ketua Panitia FORDEK FST 2026, Dr. Hamdan Hadi Kusuma, menjelaskan bahwa hilirisasi hasil riset menjadi salah satu fokus utama dalam forum tahun ini. Menurutnya, hasil penelitian perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan industri.

Sebagai narasumber, FORDEK menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA., Guru Besar Universitas Diponegoro sekaligus pendiri perusahaan berbasis teknologi yang dikenal sebagai pelopor hilirisasi riset plasma dan teknologi radiasi di Indonesia.

“Kehadiran Prof. Muhammad Nur menjadi bukti bahwa hasil penelitian perguruan tinggi mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri melalui hilirisasi riset,” ujar Hamdan.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri menjadi langkah strategis untuk memperkuat penelitian terapan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga percepatan hilirisasi inovasi.

Selain itu, FORDEK FST 2026 juga memperkuat konsep integrasi ilmu pengetahuan dan Islam dengan menghadirkan Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo. Tokoh yang dikenal sebagai salah satu pencetus konsep integrasi ilmu tersebut akan memaparkan landasan filosofis pengembangan sains dan teknologi di lingkungan PTKIN.

Rangkaian kegiatan FORDEK 2026 ditutup dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh dekan dan berbagai bidang strategis, mulai dari akademik, administrasi umum, kemahasiswaan, kerja sama, hingga kelompok keilmuan seperti informatika, teknik, matematika, fisika, kimia, biologi, agribisnis, agroteknologi, sains data, dan laboratorium.

Melalui FGD tersebut, peserta diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif dan dapat segera diimplementasikan oleh seluruh Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN di Indonesia sebagai bagian dari percepatan transformasi pendidikan tinggi berbasis sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN