FDK UIN Walisongo Perkuat Sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Buka Prospek Karier Lulusan MHU

Diskusi tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional di sektor penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

SEMARANG, Jatengnews.id – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah melalui diskusi yang membahas pengembangan kompetensi sekaligus prospek karier bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU), Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang utama FDK itu menghadirkan Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Dr. Akhmad Fauzin, M.S.I., serta diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan fakultas dan mahasiswa MHU.

Diskusi tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional di sektor penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., mengatakan kehadiran Dr. Akhmad Fauzin memiliki makna tersendiri karena merupakan alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo angkatan 1992. Menurutnya, hal ini menjadi motivasi bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan program sertifikasi profesi, pengembangan kurikulum, hingga pelaksanaan KKN Internasional di Arab Saudi,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Akhmad Fauzin menjelaskan bahwa hadirnya Kementerian Haji dan Umrah membuka ruang yang semakin luas bagi lulusan Manajemen Haji dan Umrah untuk berkiprah di berbagai bidang.

Ia menyebutkan, lulusan MHU memiliki kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas penyelenggara ibadah haji, petugas embarkasi, hingga bergabung dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Peluang karier bagi lulusan MHU sangat besar. Selain dapat menjadi ASN dan petugas haji, mereka juga berkesempatan membangun usaha di sektor penyelenggaraan haji dan umrah yang memiliki prospek menjanjikan,” kata Fauzin.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah. Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah umrah terbesar di dunia membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan layanan haji dan umrah.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, lanjutnya, menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang siap menjawab tantangan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di masa depan.

Melalui forum tersebut, FDK UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa, sertifikasi profesi, riset bersama, hingga program KKN Internasional.

Upaya ini diharapkan mampu mencetak lulusan Manajemen Haji dan Umrah yang unggul dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN