SEMARANG, Jatengnews.id – Momentum MTQ Nasional ke-31 di Jawa Tengah menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah yang datang ke Jawa Tengah diproyeksikan menjadi calon konsumen produk lokal.
Peluang tersebut turut dimanfaatkan melalui UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Galeri UMKM yang telah beroperasi sejak 2019 itu kini menjalani renovasi dan rebranding untuk memperkuat fungsi sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk UMKM Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, UKM Jateng Corner harus terus diperluas agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses pemasaran.
“Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (1/9/2026).
Saat ini terdapat 142 UMKM yang mengisi UKM Jateng Corner. Sebanyak 88 UMKM bergerak di bidang fashion dan 54 lainnya merupakan pelaku usaha makanan dan minuman.
Keberadaan galeri tersebut juga menunjukkan pertumbuhan omzet. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, omzet UKM Jateng Corner mencapai Rp449 juta pada 2024, kemudian meningkat menjadi Rp657 juta pada 2025. Hingga Juli 2026, omzet yang tercatat telah mencapai Rp439 juta.
Taj Yasin berharap ruang promosi UMKM tidak hanya terpusat di bandara. Rencana pengembangan ruang promosi di stasiun, menurutnya, dapat dihubungkan dengan UKM Jateng Corner sehingga pengunjung yang masuk Jawa Tengah melalui berbagai jalur dapat mengenal produk UMKM dari sejumlah daerah.
Selain memperluas pemasaran, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk, termasuk melalui sertifikasi halal.
“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desi Arijani mengatakan, galeri UMKM di Bandara Ahmad Yani pertama kali dibuka pada 5 Maret 2019 melalui kerja sama Pemprov Jawa Tengah dengan PT Angkasa Pura I.
Setelah sekitar tujuh tahun beroperasi, galeri tersebut kini tampil dengan konsep baru. Dengan luas sekitar 120 meter persegi, penataan rak dan pencahayaan diperbarui agar produk UMKM lebih mudah dilihat pengunjung.
“Ini menunjukkan bahwa keberadaan galeri memiliki potensi yang baik sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran bagi produk UMKM kita,” katanya.
Untuk meningkatkan kinerja galeri, pengelola akan melakukan evaluasi produk secara berkala, memperkuat pengelolaan stok, serta menyediakan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC yang didukung Bank Jateng.
Momentum MTQ Nasional ke-31 yang berlangsung pada 11–20 September 2026 diharapkan semakin membuka peluang pemasaran. Peserta dan tamu dari berbagai provinsi yang datang ke Jawa Tengah berpotensi menjadi konsumen sekaligus membawa produk UMKM lokal sebagai oleh-oleh.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin


