SMC RS Telogorejo Ajak Atasi Cemas dan Trauma Cedera lewat The Path to Healthy Life 2.0

Hal serupa juga terjadi pada berbagai persoalan kesehatan lainnya

SEMARANG, Jatengnews.id — Cedera olahraga tidak selalu berakhir ketika rasa sakit mulai mereda. Bagi sebagian orang, pengalaman cedera justru meninggalkan rasa takut untuk kembali beraktivitas.

Hal serupa juga terjadi pada berbagai persoalan kesehatan lainnya. Rasa lelah yang terus berulang, sulit tidur karena pikiran tidak tenang, hingga keluhan kesehatan yang dipendam karena khawatir atau malu masih kerap dianggap sebagai hal biasa.

Di tengah kemudahan mendapatkan informasi melalui internet, masyarakat juga semakin sering melakukan diagnosis mandiri atau self-diagnosis. Alih-alih memperoleh kepastian, kebiasaan mencari informasi kesehatan tanpa pendampingan medis terkadang justru memunculkan kecemasan baru.

Persoalan tersebut menjadi perhatian SMC RS Telogorejo melalui The Path to Healthy Life 2.0: 3-in-1 Mega Seminar & Talkshow 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 September 2026 di Auditorium SMC RS Telogorejo, Lantai 3 Gedung Cattleya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, menghadirkan edukasi kesehatan dengan berbagai tema yang dekat dengan persoalan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 101 tahun SMC RS Telogorejo dengan mengusung semangat Melayani Lintas Generasi, Selamanya Menginspirasi.

Salah satu agenda yang dihadirkan adalah talkshow bertema “Takut Olahraga Lagi Setelah Cedera? Temukan Jalan Kembalinya” yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, pukul 13.30–16.00 WIB.

Sesi tersebut secara khusus membahas cedera olahraga, proses pemulihan, hingga bagaimana pasien dapat kembali menjalani aktivitas fisik dengan lebih aman dan percaya diri.

Talkshow menghadirkan dua dokter spesialis yang memberikan perspektif dari sisi penanganan medis dan rehabilitasi.

Dokter dr. Dadang Rona Sasetyo, Sp.OT (K). SubSp.PL., AIFO-K membawakan materi “Comeback Stronger: Saat Cedera ACL Menjadi Titik Balik, Bukan Titik Akhir”.

Materi tersebut membahas penanganan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), termasuk proses pemulihan dan tindakan medis yang diperlukan agar pasien dapat kembali beraktivitas. Pembahasan juga mencakup perkembangan penanganan ortopedi, termasuk rekonstruksi dan tindakan Total Knee & Hip Replacement.

Sementara itu, dr. Adi Satria Widjanarko, Sp.KFR membawakan materi “Back to Sport Without Fear: Recover Stronger, Return Smarter”.

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) dalam mengembalikan kekuatan otot, fungsi gerak, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri setelah mengalami cedera.

Dengan pendekatan tersebut, pemulihan tidak hanya diarahkan pada berkurangnya rasa sakit, tetapi juga pada kesiapan pasien untuk kembali menjalani aktivitas secara bertahap dan sesuai kondisi tubuh.

Edukasi Kesehatan

Manager Public Relations dan Digital Marketing SMC RS Telogorejo, Andreas Yunian, mengatakan tantangan kesehatan masyarakat terus berkembang seiring perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi.

“Perjalanan 101 tahun mengajarkan kami bahwa tantangan kesehatan terus bertransformasi seiring perkembangan zaman. Di era modern ini, keluhan tidak lagi melulu soal penyakit fisik berat, melainkan juga kecemasan digital, trauma berolahraga, hingga kesehatan anak yang kian kompleks,” ujar Andreas.

Menurutnya, melalui The Path to Healthy Life 2.0, SMC RS Telogorejo berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi kesehatan diberikan untuk membantu masyarakat memahami kondisi tubuh sekaligus mengurangi ketergantungan pada informasi kesehatan yang belum tentu sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selain mengikuti talkshow, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai dari One on One Consultation, merchandise eksklusif, makan siang, hingga doorprize.

Melalui One on One Consultation, peserta dapat berkonsultasi secara privat dengan dokter spesialis. Sesi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh second opinion berdasarkan perspektif medis.

Public Relations Executive SMC RS Telogorejo, Berliana Bunga, mengatakan konsultasi privat tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam membicarakan persoalan kesehatan.

“Banyak orang memendam sakit bukan karena tidak ingin sembuh, melainkan bingung harus memulai dari mana atau merasa cemas dihakimi. Melalui One on One Consultation, kami menyediakan ruang yang privat agar peserta bisa berkonsultasi dari hati ke hati dan melangkah keluar dengan keyakinan baru untuk hidup lebih sehat,” jelas Berliana. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN