34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Bandeng Ingkung Cabut Duri Oleh oleh Khas Demak, Inovasi Makanan Warisan Nenek Moyang

Demak, Jatengnews.id – Bandeng ingkung cabut duri oleh-oleh khas wisata Istana Tambakbulusan (Istambul) Demak sudah diproduksi sejak 2014. Wisatawan bisa order online atau berkunjung ke rumah yang biasa disebut Bintang Laut Food, di alamat Desa Tambakbulusan RT 01 RW 03, Kecamatan Karangtengah, Demak, atau sekitar satu kilometer dari Pantai Glagah Wangi Demak.

“Para wisatawan itu sudah tahu, belinya (bandeng ingkung cabut duri) itu di sini. Langsung aja ke rumah sini,” jelas pemilik olahan bandeng tanpa duri bumbu ingkung siap makan, Isrofah saat ditemui di rumahnya, Rabu (28/7/2021).

Isrofah mengatakan, bandeng bumbu ingkung tersebut merupakan warisan khas pesisir Pantai Glagah Wangi. Dirinya menyebut nama olahan bandeng tersebut yaitu Padetan.

“Masakan padetan itu dari nenek moyang, memang tidak populer. Namun

tidak dicabut durinya, kita punya inovasi untuk dicabut durinya, karena orang kan benci ada durinya,” tuturnya.

Isrofah melanjutkan bandeng ingkung cabut duri tersebut bisa langsung disantap. Bisa melalui proses pengukusan atau hanya didiamkan dulu. Dirinya menyimpan olahan bandeng tersebut di dalam freezer.

Isrofah menjelaskan, produk bandeng ingkung cabut duri miliknya tersebut mampu disimpan selama empat hari perjalanan, lantaran sudah melalui proses vacuum sealer dan campuran bumbu alami kunyit.

“Jika disimpan dalam freezer bisa sampai satu bulan,” imbuhnya.

Dirinya mengatakan proses pembuatan olahan bandengnya tersebut, yakni mencabut duri hingga bersih dan memberikan bumbu ingkung dan kelapa muda.

“Bandeng dibelah punggungnya, diambil duri besar dan kecilnya, lalu dikukus, cuci bersih, kemudian dimasukin bumbu ingkung kayak bumbu opor namun disertakan kelapa mudanya. Setelah itu ditali pakai bambu, terus dikukus pakai wajan dan sarangan, lalu disiram dengan air kunyit. Sebagai pewarna alami dan pengawet juga. Dimasak selama dua jam, sampai kaldunya sedikit,” terangnya.

BACA JUGA:  Sejarah Penjamasan Pusaka di Grebek Besar Demak

Dia menjelaskan, satu pcs berisi satu bandeng beserta bumbu kaldu dengan berat 450 – 500 gram dengan harga Rp 35 ribu. Menurutnya, satu bandeng tersebut sudah cukup untuk lauk satu keluarga dengan kadar nasi yang airnya sedikit berlebih.

Dirinya menjelaskan, pihaknya saat ini fokus penjualan online atau open order, lantaran beberapa lapak dirasa kurang menjanjikan saat situasi pandemi saat ini. Kendati demikian, pihaknya selalu ready satu kali produksi dengan ukuran 10 kilogram untuk 20 produk setiap harinya.

BACA JUGA:  Hendi Pastikan PTM Dimulai Senin Depan 30 Agustus 2021
olehBandeng ingkung cabut duri oleh oleh khas Demak (Foto:Sai)

“Sebelum pandemi, kita menitipkan di Semarang, di pusat oleh oleh, tempat wisata, dan bazar. Setelah pandemi kita fokus online. Omset berkurang terlebih PPKM Darurat, berkurang 25 persen,” tuturnya.

Olahan bandengnya pun biasa dipesan berbagai kantor pemerintah Demak, dan dikirimkan di berbagai daerah. Seperti halnya, Solo, Jakarta, Yogja, Kudus dan lainnya.

“Kalau di area Demak biasanya kita free ongkir, kalau di area Semarang misalnya Banyumanik kita cod di area tengah tengah,” imbuhnya.

Selain bandeng ingkung cabut duri, dirinya memliki berbagai produk frozen. Seperti halnya bandeng bakar bumbu sate, otak otak bandeng pedas manis, bandeng presto, dan lainnya.

Dirinya mengatakan, bagi calon pembeli yang ingin membeli bandeng ingkung cabut duri selain di rumah, juga bisa mendapatkannya di pusat oleh oleh khas Demak yang berada di dekat terminal Demak. Bisa juga menghubungi kontak +62 852-0060-1234 untuk pesanan banyak. (Adv/Sai-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan