34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Bernadeta, Guru SMA yang Peduli Seni Budaya dan Tradisional

Karanganyar, Jatengnews.id – Sosok Bernadeta Purwaningsih guru seni budaya  SMA Negeri Kerjo ini, mungkin satu dari sekian banyak warga yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian seni budaya tradisional, khususnya seni tradisional Jawa.

Ketertarikannya terhadap dunia seni diawali sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, Deta demikian ia biasa disapa senang dengan seni tradisional, khususnya kesenian tradisional Jawa.

“Salah satu putra almarhum pak Manteb Soedarsono yang merupakan teman sekolah, menyarankan saya menekuni dunia seni. Selepas SMP saya langsung mendaftar ke Sekolah Menengah Karawitan Indonesia dan melanjutkan ke ISI Surakarta,”ujarnya Jumat (9/7/2021).

Sejak lulus dari ISI, Deta kemudian berkecimpung di dunia pendidikan dengan mengajarbidang kesenian.

“Saya hanya ingin memberikan pemahaman kepada siswa, bahwa Indonesia itu kaya akan seni tradisional. Seni tradisonal ini jangan sampai punah dan harus terus dilestarikan,”katanya.

Selama ini, wanita yang tinggal di Perumahan Ringin Asri bersama keluarga kecilnya mengungkapakan bahwa saat ini, seni tradisional mulai ditinggalkan oleh sebagian generasi muda dan hanya sedikit yang peduli dan ikut mengembangkan dan mempertahankan seni ini tradisional ini dan memilih seni dan budaya asing.

Wanita murah senyum lulusan ISI tahun 2003 dan akta IV Unisri tahun 2004 lalu tersebut mengaku cukup prihatin dengan perkembangan seni tradisional saat ini.

BACA JUGA:  May Day, Ganjar Sambangi Rusun Buruh dan Bagi-Bagi Sembako

“Terus terang saya prihatin, saat ini minat untuk menekuni  seni tradisonal di kalangan anak muda mulai luntur. Salah satu penyebab lunturnya seni ini karena perkembangan zaman. Disisi lain, orang yang ingin melestarikan juga jarang sekali,”ujarnya.

Untuk itu, Bernadeta  terus memberikan pemahaman kepada anak didiknya agar terus mencintai seni budaya tradisional.

“Saya mengajarkan mereka menari tradisional dan memberikan kesempatan untuk tampil di sejumlah acara yang digelar oleh Pemkab Karanganyar. Bahkan saat ini kami juga sedang mempersiapkan untuk mengikuti FLSN2 tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh pusat prestasi nasional yang dilaksanakan secara virtual. Ini saya  lakukan untuk menananmkan rasa cinta terhadap budaya leluhur,”terangnya.

BACA JUGA:  Pengamanan PON XX Papua, Polri Kirim 1.600 Pasukan Tambahan

Apa yang dilakukan oleh Bernadeta ini juga mendapat dukungan dari sekolah. Bahkan kepala Sekolah SMA Negeri Kerjo, Sardiyo memberikan perhatian khusus terhadap pembelajaran seni budaya  ini.

“Kami dari sekolah memberikan apresiasi kepada ibu Bernadeta atas upayanya melestarikan budaya seni tradisional  melalui materi pembelajaran. Bahka saat pandemi ini, pembelajaran seni tradisional terus dilakukan. Hanya saja dilakukan melalui daring,” jelasnya. (Iwan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan