28 C
Semarang
, 15 June 2021
spot_img

BI Jateng Luncurkan Pembayaran QRIS untuk Pedagang Mie Bakso Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO) Jateng dan Link Aja mengadakan sosialisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pedangan Mie Bakso di Pasar Barito, Kota Semarang, Kamis (10/6/2021).

QRIS merupakan standarisasi kanal pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Pemanfaatan pembayaran melalui QRIS oleh BI dilakukan untuk menghindari kontak fisik dalam bertransaksi dan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, penggunaan transaksi non tunai menjadi salah satu perhatian Bank Indonesia.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Bank Indonesia  Jawa Tengah, Dwiyanto C. Sumirat mengatakan, program QRIS adalah solusi untuk menggerakkan ekonomi UMKM di Jateng dan Indonesia secara umum. Melalui QRIS, masyarakat bisa memesan dan melakukan pembayaran cukup menggunakan Smartphone.

“Jadi, meskipun ada PSBB dan pembatasan,  UMKM tetap bisa bertransaksi dengan QRIS dengan menggunakan smartphone masing-masing,” ucapnya.

Ia mengatakan, pedagang UMKM yang sudah bergabung dengan QRIS di Jawa Tengah lebih dari 600 ribu pengguna, sedangkan di Semarang ada 200 ribu pengguna.

Ia ingin UMKM di Jateng bisa naik kelas dan bisa bersaing di pasar. Menurutnya, cara penggunaan QRIS juga cukup efisien dengan menggunakan stiker kemudian di scan.

BACA JUGA:  Korlantas Irjen Pol Istiono: Tindak Tegas Travel Gelap

“Kita bersama penyedia jasa pembayaran bisa melakukan pembayaran secara digital. Semua sudah ada tinggal diedukasi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, digitalisasi 100 pedagang Mie Bakso di pasar Barito ini sebagai langkah upaya Pemkot Semarang bersama BI supaya pedagang bisa eksis berjualan meskipun saat pandemi Covid 19.

“Ini adalah upaya mengembangkan UMKM dari hulu ke hilir. Salah satunya pedagang Mie bakso ini,” ucapnya.

BACA JUGA:  Undip Masuk Jajaran 200 Universitas Terbaik Dunia 2021

Plt Ketua Asosiasi Pedagang Mie Bakso Indonesia (APMISO) Lasiman menyatakan dukungan atas inovasi kanal pembayaran berupa QRIS. Dengan adanya QRIS, pedagang bakso dapat turut memanfaatkan digitalisasi dan terhindar dari resiko penyebaran virus.

“QRIS bahkan dapat digunakan oleh pedagang mie bakso keliling karena tidak memerlukan sambungan listrik,” ucapnya.

Ia menerangkan, seluruh pedagang mie dan bakso di Semarang akan memiliki QRIS. Sehingga warga Semarang tidak perlu repot membawa uang tunai jika ingin menikmati mie dan bakso di Semarang yang terkenal akan kelezatannya.

“Pedagang cukup menempelkan QRIS nya di gerobak yang langsung dapat dipindai oleh pelanggan. Jadi transaksi lebih mudah dan aman menggunakan QRIS,” tutupnya. (Majid-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan