32.9 C
Semarang
, 9 May 2021
spot_img

Desa Ngringo Karanganyar, Deklarasikan Kampung Pancasila

Karanganyar, Jatengnews.id – Tidak ada yang istimewa dengan RW 15 Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Karanganyar ini. Namun kerukunan warganya yang heterogen, membuat wilayah di kawasan padat penduduk ini selalu hidup rukun.

Tanpa membedakan suku, agama ras dan antar golongan (SARA). Dengan kehidupan yang damai tersebut, atas kesepakatan seluruh warga, akhirnya dibentuklah Kampung Pancasila.

Dengan terbentuknya Kampung Pancasila tersebut,  warga bertekad  menjadikan kampungnya sebagai laboratorium pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Serta untuk menjaga keutuhan NKRI dalam skala terkecil.

Ketua RW 15 Desa Ngringo, Hendratmo mengatakan,  era digitalisasi saat ini membuat sebagian besar masyarakat menjadi pragmatis serta berpikir instan, sehingga norma-norma kehidupan berbangsa yang terkandung dalam Pancasila mulai terabaikan.

Menurutnya, lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai   Pancasila di masyarakat sudah menjadi fenomena umum sehingga dampaknya sangat kompleks dan akan berdampak kepada stabilitas keamanan.

Dikatakannya, pencanangan Kampung Pancasila tersebut memiliki konsekuensi logis. Masyarakat, ujarnya harus melaksanakan kehidupan bermasyarakat berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Hal itulah yang menjadi dasar bagi kami untuk membentuk dan mendeklarasikan kampung Pancasila. Masyarakat harus dikembalikan pada nilai-nilai dasar Pancasila, yang dimulai dari skala kecil, dari tingkat RT ataupun RW,” jelasnya Jumat (09/04/2021).

BACA JUGA:  Jalin Sinergitas, UMKM dan Dindagkop UKM Audiensi dengan DPRD Demak

Ditegaskannya,  warga Kampung Pancasila akan lebih terkontrol jika bertindak diluar nilai Pancasila, termasuk aliran radikal, serta ujaran kebencian lainnya yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kehidupan nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila telah mengakar di lingkungan warga. Sebagai contoh letak masjid dan gereja bersebelahan, namun kedua umatnya saling bantu-membantu jika ada acara keagamaan. Disini setiap  sholat jumatan atau tarawih maka warga gereja membantu menjaga parkiran dan parkirnya pun di halaman gereja. Begitu sebaliknya jika gereja ada ibadah Minggu, umat Islam dan masjidnya berperan untuk tempat parkir,” tandasnya.

BACA JUGA:  Peduli Covid-19, Keluarga besar STIKES HAKLI Bagikan 1000 Masker

Terpisah,  Kepala Dinas Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Karanganyar Bambang Sutarmanto mengapresiasi pencanangan Kampung Pancasila tersebut.

“Pencanangan Kampung Pancasila ini diharapkan menjadi contoh yang baik. Dengan pencanangan ini, kita berharap rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme tetap terjaga dengan baik,”ujarnya. (Iwan-02).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan