32 C
Semarang
, 9 July 2021
spot_img

Dibangun dari Limbah Kayu, Microlibrary Warak Kayu Sabet Penghargaan Internasional

Semarang, Jatengnews.id – Perpustakaan unik bernama Microlibrary Warak Kayu di Kota Semarang patut dibanggakan. Di tengah pandemi Covid 19, perpustakaan itu berhasil menyabet penghargaan bergengsi yaitu Building Of The Year tahun 2021 dari ArchDaily.

Prestasi diraih karena konsep perpustakaan yang ramah lingkungan. Yaitu dengan konsep Eco-Arsitektur dengan memanfaatkan limbah kayu yang di prefabrikasi (di pres) kembali dan dijadikan  papan kayu untuk bangunan.

“Pada Januari 2021 lalu mendapat penghargaan Building Of The Year dari ArchDaily kategori Public and Landscape Architecture,” ucap Pustakawan, Ariela Novianty saat ditemui di Microlibrary Warak Kayu, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, penghargaan dari ArchDaily merupakan prestasi kali kedua setelah sebelumnya mendapat penghargaan dari Architizer a+ Awards 2020 tahun lalu.

Perpustakaan tersebut dibuka umum buka pada Senin sampai Sabtu pukul 08.30 – 15.30 WIB. Pengunjungnya mayoritas dari kalangan mahasiswa dan anak-anak.

“Rata-rata pengunjung setiap hari sebanyak 10 orang. Kita batasi karena masih pandemi Covid 19,” ucapnya.

BACA JUGA:  Suapin Rina, Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar 2008-2013 ini Tampak Akrab

Ia mengatakan, pengunjung hanya dibolehkan untuk membaca buku di tempat. Tidak melayani peminjaman buku karena dalam kondisi pandemi Covid 19.

“Kalau baca – baca boleh di sini. Bahkan ada yang dimanfaatkan untuk kuliah online dan belajar online,” imbuhnya.

Untuk koleksi buku yang disediakan beragam dan tergolong lengkap. Klasifikasi buku mulai seri 0-999 ada. Kebanyakan adalah Novel dan buku anak-anak.

BACA JUGA:  Komunitas Tarot Tak Mau Dianggap Klenik dan Mistik

“Total ada 2600 koleksi buku. Kita juga kerja sama dengan pemerintah yaitu perpustakaan daerah dengan dipinjami sebanyak 200 buku yang bisa di tukar setiap dibutuhkan,” ucapnya.

Microlibrary Warak Kayu berdiri pada Agustus 2020, dengan tujuan untuk menarik minat baca anak muda. “Tujuan utama adalah menarik minat baca tanpa dipaksa. Nah dengan konsep yang unik dan fun ini mereka bisa tertarik,” ujarnya. (Majid-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan