32 C
Semarang
, 7 July 2021
spot_img

Dishub Luncurkan Program Bayar BRT Pakai Botol Plastik

Semarang, Jatengnews.id – Menindaklanjuti aturan Pemkot Semarang terkait aturan ASN wajib menggunakan transportasi umum setiap hari Selasa, Dishub Kota Semarang melayani pembelian tiket Bus Rapid Trans (BRT) menggunakan botol plastik.

Hal itu dilakukan Dishub Kota Semarang saat uji coba penerapan aturan naik transportasi umum bagi ASN dalam memperingati hari angkutan publik pada 8 Juni hingga 6 Juli 2021.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Endro Pudyo Martantono mengatakan, kebijakan tersebut akan diwajibkan bagi kalangan ASN. Pasalnya, ASN diharapkan bisa menjadi teladan bagi masyarakat.

“Mereka diharuskan bisa naik angkutan umum/online. Uji coba ini akan diberlakukan setiap hari Selasa selama bulan Juni 2021,” kata Endro saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (2/6/2021).

Endro mengatakan, para ASN dipersilahkan membawa botol plastik atau galon yang tak terpakai untuk ditukarkan menjadi tiket.

“Rincianya, 1 galon air minum yang tak terpakai bisa dapat 2 tiket. Atau, satu orang dapat membawa 3 botol air kemasan 1500 ml, atau 5 botol air kemasan 600 ml, atau 7 botol air kesamaan 330 ml, atau 10 botol kemasan air minum 220 ml, untuk menukarkan tiket BRT,” tambahnya.

BACA JUGA:  Karanganyar Terapkan PPKM Darurat, Fasilitas Umum Objek Wisata Ditutup

“Terkait tindak lanjut botol plastik dari penumpang, kami sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Entah itu nanti dimusnahkan atau diberdayakan jadi handy craft,” ucapnya.

Ia mengatakan, jika ujicoba itu berhasil maka akan diberlakukan untuk masyarakat umum. Saat ini, masyarakat umum bisa melaksanakan program tersebut dan hanya bersifat imbauan.

“Tentu arahnya masyarakat akan kami ajak untuk menggunakan transportasi umum. Karena Kota Semarang kan milik masyarakat umum, tidak hanya ASN,” jelasnya.

BACA JUGA:  Keren Nih, Cafe Dab Kendal Hadirkan Nuansa Jawa Kuno

Ia mengatakan, pihaknya masih memberikan toleransi bagi ASN dengan boleh membawa kendaraan pribadi. Namun, kendaraan itu tak boleh parkir di lingkungan Kantor Balaikota dan Kantor Instansi.

“Nanti bisa parkir di kantong kantong  parkir yang ada di sekitar kantor seperti mall. Kami juga akan ada tarif parkir khusus yang mengatur soal itu,” bebernya

Kebijakan menggunakan transportasi umum diambil bertujuan untuk mengurangi emisi supaya kualitas udara di Kota Semarang bisa semakin bersih.

“Selain itu untuk mulai menekan penggunaan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan,” tutupnya. (Majid-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan