32 C
Semarang
, 11 April 2021
spot_img

Dukung Ekspor Produk Perikanan, KPIM Gandeng Stakeholder

Semarang (jatengnews.id) – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (KIPM) Semarang gelar pertemuan dengan sejumlah stakeholder dalam rangka penyelenggaraan pelayanan Ekspor produk perikanan, Kamis (8/4/2021).

Pertemuan tersebut bertajuk ‘Ngobrol Bareng Pengiriman Ekspor Produk Perikanan via Udara dengan Instansi Terkait dan Pelaku Usaha Perikanan’.

Di ikuti oleh General Manager PT Angkasa Pura I Persero, Pimpinan PT AP Logistic, Kepala KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, Para Pihak Maskapai Penerbangan/ Airlines, Sejumlah Stakeholder bidang Perikanan di Jawa Tengah, dan Sejumlah Pengusaha Ekspedisi Muatan Udara di Bandar Udara Jend. Ahmad Yani Semarang.

Kepala Balai KIPM Semarang Raden Gatot Perdana, memberikan penghargaan atas support dan kinerja terbaik kepada sejumlah personil dari KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, dalam hal ini telah mendukung Penegakan Hukum Bidang Kelautan dan Perikanan.

“Melalui dukungan dan partisipasinya pada kegiatan penggagalan penyelundupan Benih Lobster sebagai produk komoditi perikanan yang dilarang di Tahun 2020 yang lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala KPIM mengajak para tamu undangan untuk berdiskusi bagaimana agar kegiatan ekspor di Jawa Tengah agar dapat meningkat.

“Saat ini usaha di bidang kelautan dan perikanan dari Jawa Tengah masih dapat bertahan, hal ini ditandai masih terdapat kegiatan ekspor dibanding Industri lainnya yang lebih banyak terdampak,” terangnya.

BACA JUGA:  Tak Puas Layanan, Masyarakat Bisa Adu Lewat Aplikasi Polisiku
BACA JUGA:  Tegas Larang Mudik, Menteri Perhubungan: Kami Imbau Tetap di Rumah Saja

Namun, kendala yang dihadapai saat ini adalah minimnya moda transportasi baik udara maupun laut, sehingga memperlambat kegiatan ekspor dan impor produk perikanan di Jawa Tengah.

“Hal ini lah yang melatarbelakangi kegiatan diskusi ini dilaksanakankan, yakni BKIPM berusaha untuk menjajagi peluang Direct Call sebagaimana yang telah diawali dari Manado dengan tujuan Jepang melalui jalur Udara,” terangnya.

Harapannya dari kegiatan tersebut, penjajagan jalur Direct call untuk mendukung pelayanan ekspor produk perikanan Jawa Tengah dapat berhasil dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga perekonomian Jawa Tengah dapat terus berjalan di masa Pandemi ini. (Nizar-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan