30 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Faheem Younus Bagi Tips Obati Covid-19 Biaya Minim

Jakarta, Jatengnews.id – Dokter spesialis penyakit dalam dan menular, dr Faheem Younous, MD membagikan tips mengobati Covid-19 di bawah bajet Rp 150 ribu. Dirinya ngetweet di akun resminya @FaheemYounus dengan judul “Mengobati COVID di bawah $10”

Nilai satu dolar atau USD melalui laman exchange-rates.og, sebesar Rp 14.501,55. Jika dibulatkan sebesar Rp 15 ribu, lalu dikalikan 10 maka sama halnya dengan Rp 150 ribu.

Dr Younus menyarankan mengobati Covid-19 dengan prioritas membeli masker, yakni sebesar $5, selanjutnya obat parasetamol untuk demam sebesar $3, dan sedekah sebesar $2.

“Mengobati COVID di bawah $10. Parasetamol atau ibuprufen untuk demam / nyeri $ 3. Beli masker secukupnya $5. Jangan buang-buang uang untuk vitamin, ivermectin, atau ‘perlengkapan covid’ lainnya. Berikan $2 terakhir untuk amal!,” ujar dr Younus dalam tweetnya, Sabtu (31/7/2021).

Lantas siapakah dr Faheem Younus itu? Melansir laman resmi University of Maryland Medical System di umms.org, dr Younus merupakan dokter spesialis penyakit menular dan penyakit dalam.

BACA JUGA:  Cerita Lala Temukan Kebahagiaan Membaca Buku di Masa PPKM Darurat

Younus adalah dokter pemenang penghargaan dan eksekutif dokter bersertifikat (CPE) yang memimpin program kualitas dan keamanan Kesehatan Universitas Maryland Upper Chesapeake. Dia telah memberikan visi untuk mengembangkan dan mempertahankan keselamatan pasien dan program kualitas di UM Harford Memorial dan UM Upper Chesapeake Hospitals (~300 tempat tidur). Dia juga memberikan pengawasan strategis untuk program pengalaman pasien.

BACA JUGA:  Iduladha, Polres Demak Kurban 4 Sapi 3 Kambing

Dia adalah ahli manajemen perubahan, dihormati karena kemampuannya untuk mengubah dan menyelaraskan tim multidisiplin di belakang tujuan bersama. Younus berulang kali dipilih oleh rekan-rekannya untuk menerima penghargaan “Dokter Teratas” yang diberikan setiap tahun oleh Majalah Baltimore. Dia juga menerima “Penghargaan Layanan Kepresidenan” dari pemerintahan Obama pada tahun 2008 untuk layanan kemanusiaannya. (Sai-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan