30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Geliatkan Kembali Pariwisata, Dinparta Demak Gelar Promosi Pentas Kesenian Budaya

Demak, Jatengnews.id – Karena Kabupaten Demak sudah berstatus PPKM level 2 dan pariwisata sudah mulai diijinkan, Dinas Pariwisata (Dinparta) menggelar promosi wisata dengan melaksanakan pentas seni budaya lokal Kabupaten Demak 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Agus Kriyanto menuturkan, promosi wisata ini dilaksanakan dengan menampilkan beberapa tarian dari pekerja seni lokal Demak. Pasalnya, para pekerja seni sudah hampir dua tahun ini, karena pandemi Covid-19, tidak bisa melakukan kegiatan bekersenian atau mengekspresikan seninya.

“Kami mencoba untuk mengawali, sehingga mereka bisa merasa mendapat angin segar untuk berkesenian. Semoga kedepan semakin banyak masyarakat yang berkesenian ini dapat tersalurkan,” ujarnya seusai menikmati penampilan tari-tarian lokal Demak, Jumat (17/9/2021).

Penampilan barongan dalam promosi pariwisata lokal Demak. (Foto: Nizar)

Bertempat di gedung kesenian Kabupaten Demak yang berada di kawasan terminal wisata tembiring, kata Agus, kegiatan promosi wisata digelar secara tertutup dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para penonton pun terlihat nampak sangat antusias dan bahagia bisa kembali menikmati hiburan kesenian lokal.

“Hasil dari rekaman promosi ini bisa dilihat dikanal YouTube Dinas Pariwisata maupun di Instagram. Ini juga kita terapkan protokol kesehatan dan penonton dibatasi,” terangnya.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca, Sabtu 9 Oktober 2021 Potensi Hujan Ringan di Pegunungan Jateng

Sementara itu, salah satu pekerja seni lokal Demak, Tampan Rama Putra Karnelis mengungkapkan, karena selama dua tahun tidak pentas, para pegiat seni mengangkat kembali kesenian asli dari Demak, yakni barongan.

Dimana pada kali ini menampilkan tarian barongan dari grup Putro Turonggo Samudro dengan tarian sangat apik. Begitu pun dengan tarian lainnya yang sangat memukau penonton.

“Tadi tari-tarian yang ditampilkan ada tari cendrawasih, dilanjut penampilan kedua keluarnya kedua leak, ketiga ada tari gedrug, lantas dilanjutkan tari barongan, dan yang terakhir ditutup dengan jaran kepang atau kuda lumping,” jelas Tampan Rama yang juga sebagai pemimpin sanggar tari Karnelis Budoyo.

BACA JUGA:  Targetkan Menang Lawan Chelsea, City di Ambang Juara Premier League

Lanjut Tampan Rama, penampilan tari-tarian pada promosi pariwisata ini tidak ada ceritanya. Akan tetapi hanya menampilkan beberapa tampilan tari-tarian secara bergulir. Dimana kegiatan dimulai dari jam 15.00 hingga 17.00 WIB tersebut sangatlah meriah. (Adv/Nizar-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan