30 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

GoFood dan Kemenparekraf Bekali Mitra Usaha Strategi Jualan di Masa Pandemi

Jakarta, Jatengnews.id – Temu Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) Akbar, GoFood dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekali mitranya dengan strategi jualan kuliner dan pentingnya implementasi prokes ketat yang semakin dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Hal itu dilakukan agar mengoptimalkan peran GoFood sebagai layanan pesan-antar makanan yang terus menjadi rekan pertumbuhan usaha (growth partner) para mitra UMKM kuliner.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, turut memberikan tips sukses berbisnis di tengah masa pandemi dengan terus mengedepankan protokol kesehatan ketat.

“Di tengah kondisi pandemi saat ini, saya mengajak seluruh pelaku sektor ekonomi kreatif, khususnya UMKM kuliner, untuk semakin cekatan dalam berinovasi dan beradaptasi,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, guna mendukung pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) lokal, pihaknya terus menggaungkan semangat gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) serta sertifikasi protokol kesehatan CHSE – Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability sebagai panduan standar prokes untuk meningkatkan kepercayaan konsumen di masa pandemi.

“Kami sangat mengapresiasi platform GoFood yang memiliki inisiatif sejalan, sehingga UMKM kuliner diharapkan bisa memberikan layanan yang aman dan nyaman, serta mampu bertumbuh di tengah pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Chief Public Policy & Government Relations Gojek, Shinto Nugroho, mengatakan, sejak awal pandemi pihaknya telah berkolaborasi dan mendukung langkah-langkah Kemenparekraf terkait dengan dukungan pelaku parekraf selama pandemi.

BACA JUGA:  Viral Penjual Dawet Ayu Berparas "Ayu", Banjir Pujian Warganet

Dikatakan, salah satunya edukasi dan sosialisasi mengenai program sertifikasi CHSE. Hal itu penting karena di GoFood pihaknya ingin terus berperan menjadi layanan pesan-antar makanan yang tidak hanya berkomitmen menumbuhkembangkan skala usaha mitra.

Melainkan juga membantu memastikan kepercayaan pelanggan terhadap pelaku parekraf kuliner dari mitra UMKM yang telah mengimplementasikan protokol kesehatan ketat.

BACA JUGA:  Pertahankan Motif Belimbing, Batik Tulis Khas Demak Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh Wisatawan

“Kami juga percaya komunitas seperti KOMPAG ini menjadi wadah komunikasi yang positif dan bermanfaat bagi usaha kuliner untuk saling berbagi terkait dengan tips berusaha,” ujarnya.

Selain pembekalan tentang CHSE, dalam temu KOMPAG akbar tersebut Owner Menantea Indonesia dan CEO Masakin Group, Bisma Adi Putra juga menyampaikan materi tentang strategi penjualan yang efektif di masa pandemi. Yaitu terkait strategi produk, branding, dan penentuan harga.

Pada kesempatan yang sama, Owner AyamAyaman, Reza Firmanda dan Owner Pison Coffee, Arlini Wibowo juga berbagi tips suksesnya dalam mengembangkan bisnis kuliner dengan memanfaatkan platform digital di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai arahan pemerintah. (Zaidi-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan