30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Gurih, Warneng Brayo Oleh-oleh Khas Kampung Tambaksari

Demak, Jatengnews.id – Setiap daerah tentu memiliki kulinernya masing-masing. Tak terkecuali di Kampung Tambak Sari, Desa Bedono, Sayung, Demak.

Kampung Tambaksari yang hanya dihuni lima Kartu Keluarga (KK) tersebut, memiliki cemilan khas, yaitu warneng brayo.

“Warneng brayo ini terbuat dari buah dari pohon brayo,” kata Rukidah pembuat warneng brayo, saat ditemui di warungnya, Senin (13/9/2021).

Ia menceritakan awal mula memiliki inisiatif membuat cemilan warneng brayo. Dulunya, di lingkungan Kampung Tambaksari dipenuhi tumbuhan pohon brayo, sejak ditinggal para warga pindah.

“Dulu Kampung Tambaksari itu ada 65 KK. Kemudian Tahun 1998 banyak yang pindah, dan tersisa lima KK yang bertahan tinggal di sini sampai sekarang. Mereka pindah karena abrasi laut membuat rumah-rumah tenggelam. Soalnya mau diperbaiki ya biayanya mahal, tidak diperbaiki ya tenggelam terus. Terus kemudian, setelah banyak yang meninggalkan kampung ini, di sekitar rumah peninggalan warga, banyak ditumbuhi pohon brayo,” terangnya.

Rukidah saat memperlihatkan warneng Brayo yang dibuatnya.(Foto : Sukri)

Abrasi laut, imbuhnya, membuat jalan penghubung antara Kampung Tambak Sari dengan kampung lain terputus. Sehingga saat anak-anak ingin jajan, harus menunggu air laut surut, baru bisa menyebrang ke kampung lain.

BACA JUGA:  Lionel Messi Resmi Gabung PSG

“Jaraknya pun jauh, jalannya kan juga rusak. Jadi saya berinisiatif untuk membuat cemilan anak-anak sendiri, dengan memanfaatkan melimpahnya buah pohon brayo,” jelasnya.

Ditambah, saat tahun 1998 harga buah brayo di pasar, satu ember hanya dihargai Rp 750 saja. Padahal pohon brayo hanya panen satu tahun satu kali.

“Maka saya buatlah warneng brayo ini untuk cemilan anak-anak. Cara membuatnya buah brayo dikupas, direndam dua hari dua malam biar tidak pahit, lalu dikeringkan biar awet, kalau musim panas ya dua hari sudah kering. Setelah kering, baru digoreng, lalu diberi bumbu,” paparnya.

BACA JUGA:  Kapolres Demak: Capaian Kinerja Harus Maksimal dan Patuhi Undang-Undang

Sekarang, warneng brayo khas Tambaksari tidak hanya digunakan sebagai cemilan pribadi. Namun sudah dijual secara umum, atau khususnya dijual untuk oleh-oleh para peziarah makam KH Abdullah Mudzakkir (Syekh Mudzakkir).

“Alhamdulillah, sekarang semakin ke sini, yang ziarah semakin banyak. Jadi saya jual juga warneng brayo ini untuk oleh-oleh mereka. Harganya cukup murah, Rp 2000/bungkus,” jelasnya.

Jika anda ingin mencoba cemilan warneng brayo khas Tambaksari, bisa langsung pesan melalui nomor berikut ini, Ibu Rukidah 082241623519.(Adv/Sukri-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan