30 C
Semarang
, 24 October 2021
spot_img

Hobi Motor Tua, Rela Berburu Koleksinya Hingga Luar Kota

Semarang, Jatengnews.id – Di Kota Semarang ada yang mengoleksi motor honda tua produksi 1960-an. Selain hobi mengoleksi, Ainur Roffiq (25) juga menekuni jual beli motor tua sekaligus sparepartnya.

Pemuda asli Batang ini mengoleksi motor-motor honda tua Honda CL, Honda CT, Honda C320, dan Honda Benly CD90, yang rata-rata diproduksi 1960 an, serta satu Honda Monkey keluaran baru.

Ketertarikan Ainur terhadap motor tua dimulai 2013. Saat itu dirinya sedang menempuh pendidikan seni rupa di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Saya mulai tertarik dengan motor tua, terutama honda ini, saat awal kuliah. Melihat senior-senior seni rupa Unnes banyak yang memakai motor tua, jadi mulai tertarik dari situ,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Karena harga motor tua yang cukup mahal, Ainur mulai rajin menabung, hingga dirinya mampu membeli motor honda tua pertamanya yaitu Honda C70.

“Awalnya memang susah, karena faktor ekonomi. Kemudian memutuskan untuk rutin menabung dari hasil jasa pembuatan sketsa wajah (melukis). Dari tabungan itu, akhirnya bisa beli seri C70,” paparnya.

Dari Honda C70 koleksi pertamanya pada 2013,dan berjalannya waktu, Ainur mampu memperbanyak koleksi motor tuanya pada 2016.

Sedangkan untuk kendala mengkoleksi motor tuan adalah mendapatkan unit dan komponen jenis Honda CT. Menurutnya di tahun 60an, Honda tersebut tidak masuk di Indonesia.

“Itu adanya khusus di Amerika saja, dan unit juga didatangkan langsung dari Amerika. Misal ada kerusakan komponen, pasti langsung impor. Di toko online tidak ada,” ujarnya.

BACA JUGA:  Isteri Kanjeng Pangeran Haryo Puger Meninggal Dunia

Dengan keterbatasan unit yang ada, Ia pun mencari unit motor langka tersebut ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau CT itu didatangkan langsung dari Amerika, saya dapatnya di Semarang. Ada yang dapat dari kolektor Banjarnegara tak ambil. Ada yang dari Jepang, itu saya ambil di Bogor,” terangnya.

Selain itu dia juga memiliki koleksi Honda Benly CD90, yang di Kota Semarang biasa dijuluki sebagai Honda Celeng.

“Untuk seri Honda Benly CD90 ini cukup lumayan fenomenal di Semarang. Ini di semarang sebutannya Honda celeng. Sebutan itu disematkan, karena warna pada motor ini hitam, terus lampu sein kanan kiri itu di setang. Kebanyakan pemain honda 90an paham motor ini,” katanya.

BACA JUGA:  Sidak Lagi ke Distributor Oksigen, Ganjar : Produksi Lancar

Untuk mendapatkan motor koleksi Honda celeng tersebut, diakuinya cukup susah. Sebab menurutnya Honda celeng merupakan salah satu barang langka.

“Kalau di Semarang, Honda celeng dengan surat asli pelat H itu sangat jarang. Saya dapat ini dari anaknya seorang pegawai PT Phapros Simongan. Jadi motor ini atas nama PT Phapros, jadi dulu bapaknya kerja di PT Phapros, kemudian potong gaji, terus milih motor ini. Saat bapaknya tidak ada, motor ini dilanjutkan anaknya. Jadi saya dapat motor ini dari anaknya di Pedurungan itu, yang sudah berumur sekitar 50an lebih. Kondisi awal saat saya melihat itu terbengkalai di gudang, sudah 15 tahun. Tapi yang saya heran, motor itu tidak telat pajak,” pungkasnya.(sukri-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan