30 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

Isi Webinar Desa Wisata, Kadinpar Demak: Banyak Lokasi Berpotensi Jadi Desa Wisata di Demak

Demak, Jatengnews.id – Kepala Dinas Pariwisata (Kadinpar) Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, SE, MM ikut mengisi seri webinar pendampingan desa wisata Kabupaten Demak yang juga mengundang narasumber Ketua Desa Wisata Pentingsari sekaligus Direktur Desa Wisata Institute, Doto Yogantoro.

Dalam penyampaian materinya, Agus menuturkan sebenarnya di Kabupaten Demak punya beberapa lokasi yang berpotensi untuk dijadikan desa wisata (Deswita). Ia mencontohkan salah satu yang membutuhkan polesan ialah Deswita Boyolali, Kecamatan Gajah, Demak.

“Ini masih dalam proses pengembangan dan sangat berpotensi untuk nanti kita promosikan,” katanya Selasa (27/07/2021).

Membahas desa wisata di tengah pandemi ini, ia mengatakan bukan hal yang mudah untuk mengembangkan potensi, daya tarik, serta menggaet pengunjung ke wilayahnya di tengah merebaknya virus Covid-19. Meski begitu, pihaknya tetap bergerak contohnya dengan memberikan pelatihan terkait persiapan penginapan yang ada di desa wisata. Sehingga ketika pandemi usai, mereka bisa langsung beroperasi.

Tangkap layar webinar saat Kepala Dinas Pariwisata Demak memberikan materi (Foto: tangkap layar)

“Tahun depan mudah-mudahan pandemi sudah selesai. Dan kita sudah banyak melakukan pembenahan-pembenahan terutama di masing-masing desa,” katanya.

Wacana Bus Rapid Transit (BRT) yang nantinya akan melintasi wilayah Kabupaten Demak juga pihaknya sangat tunggu-tunggu. Dirinya menanti ide-ide kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk sekaligus mempromosikan desa wisata yang ada di wilayah Kabupaten Demak.

“Kita memang saat ini masih berada di posisi wisata rintisan dan sebagian sudah mulai berkembang. Harapan kami, ke depannya bisa lebih berkembang lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Perasaan Warganet Lihat Aksi Satpol PP Tertibkan Pedagang

Desa wisata rintisan sendiri berarti masih berupa potensi dan belum adanya kunjungan wisatawan. Selain itu, sarana prasarananya masih sangat terbatas, dengan tingkat kesadaran masyarakat belum tumbuh.

Perkembangan yang sudah cukup baik dari desa wisata yang ada di Kabupaten Demak ini ia harapkan bisa stabil dan tidak terpengaruh dengan adanya situasi gejolak politik di tingkat desa.

BACA JUGA:  Kepala Dinperpusar Demak Yakin Buku Konvensional Tak Akan Tergerus Zaman

“Jadi teman-teman (pengelola desa wisata) kita harapkan bisa membuat aturan-aturan, jadi (desa wisata) tidak terpengaruh oleh situasi politik di tingkat desa,” pesannya.

Salah satu wisata di Kabupaten Demak yang menurut Agus sudah bagus salah satunya adalah Pantai Glagah Wangi Istambul (Istana Tambak Bulusan), yang juga sempat masuk dalam 10 nominasi destinasi wisata baru yang dihelat Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

“Teman-teman pengelola desa wisata yang lain silakan bisa berguru ke teman-temen dari Tambak Bulusan. Bagaimana prosesnya bisa berkembang dari awal hingga jadi seperti sekarang,” katanya.

Menutup sambutannya, Kadinpar menuturkan agar para peserta webinar bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber. Mengingat keterbatasan personel maupun pengetahuan, kesempatan ini menurutnya merupakan peluang luar yang biasa. (Adv/Devan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan